Dia Istimewa (2)

Dia Istimewa (2)

“Ibu guru, hari ini Fadhil mau belajar membuat bingkai foto.” Bunda Fadhil berdiri di depan meja, menatapku yang tengah asik menikmati roti bakar, bekal sarapan pagi. Ada nada perintah dalam kalimat yang ia ucapkan.

“Kenapa, Bund?”

“Jumat kemarin Fadhil tidak masuk, kata Aldi, ada prakarya membuat bingkai foto.”

“Oh ia Bund, tapi hari ini pelajaran pertama kita olahraga.” sengaja aku menekan nada suara dan menatap Bunda Fadhil tajam.

“Tapi nanti Fadhil marah, Bu guru.”

“Tidak Bund, biar saya yang bicara padanya.” Aku tersenyum mengangguk, “Biarkan Fadhil terbiasa mengikuti aturan.”

Bunda Fadhil mengangguk kecil, terlihat kecemasan di wajahnya. Dari tatapan matanya, aku tahu ia tidak bisa menerima kebijakanku.

Bunda Fadhil berjalan keluar kantor dengan langkah pelan. Dan aku kembali memegang roti bakar yang tersisa, melanjutkan sarapan.

IMG20191104084845.jpg
koleksi pribadi sri suprapti

Brak!

Terdengar benda jatuh, disusul suara Fadhil mengamuk “Mama, Ama nakal”

“Kenapa?”

“Ama dilaporkan ke polisi saja, Aku tidak boleh makan di kelas”

“Ama jangan nakal ke Fadhil ya?”

“Marahin saja Mah” Fadhil menatap Ama garang, “makanya jangan nakalin Fadhil, mamanya aku galak. Mamah, Ama dimarahi tuh.”

Aku berjalan cepat, melihat Bunda Fadhil memegang tangan Ama. “Maaf, mba Ama ada apa ya?” Tanganku cepat-cepat memegang tangan Ama, melepaskan dari pegangan Bunda Fadhil.

Wajah Ama memerah, ia terlihat menahan tangis.

“Fadhil tidak boleh makan di kelas Bu guru” suara Ama bergetar, “tadi Fadhil makan sambil lari-lari, nanti kelasnya jadi kotor.”

Aku tersenyum, menatap Ama bangga, “Mba Ama hebat, mba Ama sudah bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas” pandanganku beralih pada Fadhil, “Mas Fadhil kalau istirahat diluar ya, jangan makan di dalam kelas. Itu peraturan yang sudah kita sepakatikan?”

Fadhil menatapku dan Ama bergantian, pelan kepalanya mengangguk.

Bunda Fadhil berdiri disebelah anaknya, memegang tangannya erat.

rumahmediagrup/srisuprapti

One comment

Comments are closed.