Dibalik Megengan Beras

Pak Hari seorang PNS dengan gaji yang tidak utuh lagi. Menjelang malam puasa Ramadan pertama, Pak Hari membagikan beras a 5 kg. Beras itu diberikan kepada warga tak mampu di sekitarnya dan beberapa tukang becak. Dari gajinya yang tersisa 1.250.000 rupiah, dia belanja beras 1.100.000 rupiah. Artinya uangnya tersisa 150.000 rupiah. Tentu itu tak cukup untuk nafkah sebulan. Ternyata keluarganya makan dari gaji istrinya yang tidak utuh juga yaitu tinggal 1,5 jt. Haii… Ini masa pandemi gaes ….

Tetangga yang lain sibuk dengan acara megengan membuat kue apem kemudian dibagikan ke tetangga sekitar. Ini adalah sebagai ungkapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Kata apem sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Arab ‘afwan’ yang artinya maaf atau ampunan. Hal ini sebagai simbolisasi sebelum melaksanakan ibadah Ramadan mereka masing-masing telah saling memaafkan. Itu menjadi tradisi yang sudah mendarah daging dan telah dilakukan ratusan tahun.

Tradisi ini sulit untuk dihapus. Masyarakat begitu patuh dengan pesan nenek moyang atas tradisi ini. Mereka yang melanggar, maka akan mendapatkan kecaman berupa pengucilan terhadapnya.

Nah. Apa yang anda pikirkan tentang Pak Hari?

Diantara kuatnya tradisi, Pak Hari berani sekali melakukan hal yang tidak biasa dilakukan oleh tetangga-tetangganya. Seorang dengan latar belakang wawasan dan pengalaman sebagai orang terdidik, membawa pikirannya untuk melawan hal yang sekarang tidak lebih baik untuk dilakukan, kecuali memberi manfaat terhadap kebutuhan mereka atas dampak lockdown.

Filosofi tentang pemberian maaf dari megengan apem secara manusiawi, Insyaallah akan tergantikan. Sedangkan naluri orang-orang yang mendapatkan rezeki dari orang lain, akan meningkat rasa syukurnya. Meskipun tanpa diucapkan pemberian maaf itu akan meluncur seiring barokah sebuah keikhlasan.

Cermat saat memandang, cerdas dalam menghargai, bijak dalam menyikapi.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan nuansa megengan beras.

4 comments

    1. Eh iya megengan tuh artinya menahan…
      Jadi dalam bulan puasa harus menahan lapar dan nafsu.

Comments are closed.