Dibayar Kontan

Dibayar Kontan

    Saya yakin, Anda juga pernah mengalaminya, sekali bahkan berkali-kali. Ini kejadian yang kerap dijumpai dalam keseharian, sebagai bukti kebenaran janji Allah dalam Al-Qur’an dan kebenaran sabda Rasul-Nya dalam hadits yang mulia. Siapa pun yang mengalami, selayaknya menjadi pengokoh keimanan.

    Pagi-pagi sekali, dua wanita tua itu sudah berjalan menyusuri jalanan pinggir sungai desa Pembuang Hulu I sembari menenteng sapu lidi dan menggeret sebuah tong sampah besar. Menyapu jalanan, itulah aktivitas yang dilakoni oleh keduanya setiap hari.

    Pagi hari itu, keduanya sudah terlihat di kejauhan dari termpatku berdiri. Baju kuning adalah ciri khasnya, satu lagi berkostum hijau tua. Sampah-sampah di jalanan pasar bersih disapu oleh mereka berdua. Bila dipikir-pikir betapa besar dan mulia jasa para penyapu jalanan. Mereka adalah realisasi dari hadits Nabi bahwa kebersihan sebagai perwujudan keimanan.

    Tak mau melewatkan kehadiran mereka berdua begitu saja, aku sudah siap menyambutnya dengan sedikit yang aku bisa berikan bagi pahlawan kebersihan tersebut. Segera aku menuju warung depan rumah untuk membeli beberapa biji kue dan aku jadikan menjadi 2 bungkus. Inilah yang akan aku “hadiahkan” untuk para ibu berhati mulia ini, betikku sumringah.

    “Ini, Bu. Buat Ibu.” Kue kusodorkan kepada satu persatu dari mereka. “ Oh, terima kasih, Nak.” Sahut si ibu dengan rona ceria sembari tangannya yang keriput menerima pemberianku. Terlihat ekspresi penuh terima kasih dan raut kebahagiaan terpancar di wajahnya. “Iya, Bu. Sama-sama.” Jawabku.  

    Mereka berdua kembali berlalu melanjutkan tugasnya, menyapu jalanan. Suara sapu yang beradu dengan jalanan beraspal dan sesekali diiringi dengan derit suara tong sampah yang digeret berpadu meramaikan suara pagi itu. Aku membalikkan badan, sepanjat doa kuhaturkan semoga para ibu pejuang kebersihan ini senantiasa dalam lindungan dan keridhaan Illahi.

    Aku kembali melanjutkan aktivitas harian, menyapu dedaunan di belakang rumah dan yang lain. Usai bersih-bersih, saat hendak mencuci tangan di selasar rumah, kulihat ada seonggok bungkusan terletak di anak tangga. Kutengok isinya, ternyata berisi makanan dan juga terdapat bahan pangan sembako. Alhamdulillah, ucapku. Entah siapa yang mengantar, mungkin karena yang dicari dilihatnya tidak ada, bungkusan itu pun ditinggalkannya di anak tangga.

Aku yakin, ini adalah balasan kontan dari bersedekah. Pagi-pagi usai berbagi kepada ibu-ibu penyapu jalanan, Alloh balas pagi itu juga dengan ada yang mengantar bingkisan berisi semabako ke rumah. Begitulah cara Alloh Yang Maha Kaya menjalankan skenario terbaik-Nya. Sedekah kontan dibayar, bahkan dengan nilai yang lebih dari yang yang diberikan. Alhamdulillah wa syukurillah. (rumahmediagrup/wahyudinaufath).

Sumber gambar: Pixebay

One comment

Comments are closed.