Diskriminasi di Lingkungan Kerja

Sumber gambar : http;//www.lokadata.id/

Diskriminasi di Lingkungan Kerja

Perlakuan yang tidak adil atau biasa disebut diskriminasi ini biasanya terdapat pada struktur upah, cara penerimaan pekerja, kondisi kerja, usia, kondisi fisik, status kesehatan, kewarganegaraan dan seksual. Prinsip-prinsip non diskriminasi terjadi melalui perlakuan fisik maupun intelektual, tergantung juga tanggungjawab bersama perusahaan, pemberian nilai dan satuan kerja yang sama dan pemberian kenyamanan lingkungan kerja yang sama. persamaan dalam hal upah meliputi upah pokok, tunjangan, insentif/bonus dan beberapa fasilitas.

Jika diskriminasi ini dibiarkan begitu saja, maka dampaknya akan sangat beragam yakni sesuai dengan potensi kerugian yang muncul. Misalnya bagi korban (pekerja) akan berdampak pada hilangnya kepercayaan diri, harga diri dan kehormatan atas dirinya, bekerja tidak nyaman, penurunan prestasi kerja, hubungan personal industrial yang terjadi tidak harmonis. Dan dampak ini akan berlanjut juga pada keluarga si pekerja.

Dampak bagi perusahaan, misalnya adalah turunnya produktivitas hasil kerja perusahaan, yang ini terjadi karena kondisi lingkungan kerja yang sudah tidak kondusif, dan buruknya citra perusahaan karena tindakan yang tidak adil, bisa juga munculnya tuntutan secara hukum. Lalu, bagaimana dampak bagi masyarakat? Justru dampak bagi masyarakat ini akan menjadi sebuah tradisi membudaya jika dibiarkan. Semakin banyaknya usia produktif perempuan pekerja akan tidak memiliki pekerjaan, dan akan menjadi tanggungan keluarga.

Sebenarnya, jika terdapat alternatif memilih bagi pekerja, maka akan memberikan kesempatan yang lebih banyak. Mereka akan memilih di mana tempat kerja yang bisa memperlakukan mereka dengan adil.  Upaya meningkatkan loyalitas, moral dan kepuasan kerja akan disediakan oleh perusahaan melalui berbagai kebijakan aturan main yang tertulis maupun yang disepakati. Eksistensi perusahaan jika mengutamakan keadilan di dalam lingkungannya, maka peningkatan kualitas kerja akan meningkatkan pula pada produktivitas pekerja. Dan hasil akhirnya adalah keuntungan bagi perusahaan.

Perbaikan kualitas kerja akan disepakati dalam perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja, atau aturan lain. selanjutnya, akan menjadi budaya kebijakan di tempat kerja. Komitmen yang kuat dibutuhkan perusahaan untuk menghapus semua bentuk ketidakadilan. Pengaturan kembali hak dan kewajiban dan perlakuan yang sama di tempat kerja. Perbaikan kualitas ini juga harus dibiasakan sehingga mampu menjadi budaya organisasi pada lingkungan kerja.

Referensi :

Borjas, George. 2000. Labor Economics. The McGraw-Hill. United States

rumahmediagrup/Anita Kristina