Doa di Antara Pohon Cemara

Doa di Antara Pohon Cemara

Sunyi senyap mengiringi langkah kaki..
Bahkan kerling mentari tak mampu menggoda pagi..
Kabut tipis mengelilingi hati dan sukma seiring nyanyian kenari..
Mata dan bibir tenggelam dalam kekaguman swarna bumi..

Segenap raga masih terpesona dengan mantra seindah surga..
Dari dalam hati terlantun tembang asmaradana kepada sang pemilik mayapada..
Di ujung bibir merah delima terucap nyanyian dalam nada penuh pesona..
Tak terhitung doa dan syukur dalam setiap liriknya..
Tersanjunglah sang Pencipta dari setiap tarikan nafasnya..

Langkah kaki masih berjalan mendekap kesejukan..
Terbalut kesegaran oleh hembusan sang bayu menghapus keraguan..
Selamat datang hari-hari penuh hempas dan cobaan..

Tenang dan damai di antara pokok cemara pagi ini..
Sungguh dekapan embun memberi kekuatan bathin ini..
Teringat kaji yang segera menghilang di saat jiwa penuh emosi..
Atau kenikmatan yang hampa di saat raga selalu menuntut tahta dunia..
Dan kebahagiaan yang sirna di saat ingkar tersebar di jiwa..
Kusebut doa karena ada harap dan keinginan di dalamnya..
Kusebut asa karena masih ada kekuatan meraih impian..
Kusebut jiwaku sebagai hamba karena hidup ini diperlakukan sekehendak pemilik hamba..

*inspirasi dari tafsir Quraish Sihab

rumahmedia/alinawidya29