Doa Setahun Lalu Menjadi Kenyataan, Aku Sembuh!

Doa Setahun Lalu Menjadi Kenyataan, Aku Sembuh!

Oleh: Ribka ImaRi

Ya Allah … yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rasanya ingin sekali ku ceritakan pada dunia. Terutama pada ibu yang sedang berjuang menata emosi dan juga berjuang untuk bisa sembuh dari depresi.

Yuuuuuk semangat berjuang untuk sembuh. Tempuhi semua jalan kesembuhan dari-Nya dengan Semangat, Konsisten, Sabar dan Telaten (SKST). Yakin bismillah pasti sembuh. Mohonkan terus kekuatan dari Allah Swt Sang Pemberi Kesembuhan.

MasyaAllah … Alhamdulillah. Betapa aku sangat bahagia sudah bisa dalam kondisi sangat membaik. Kalau boleh ku katakan AKU SUDAH SEMBUH. Karena aku benar-benar yakin. Karena aku sangat yakin bahwa keyakinanku itulah yang menjadi kenyataan.

Sebab Islam sendiri mengajarkan bahwa Allah Swt itu selalu memberi sesuai prasangka umat-Nya. Maka izinkan aku berprasangka baik padaMU ya Allah … bahwa pagi ini aku benar-benar merasa sembuh dari DEPRESI & BIPOLAR. Aku merasakan kebahagianku membuncah manakala aku yakin aku pasti sembuh.

Setelah sebelumnya 2 tahun lalu, kondisi jiwaku sedang parah-parahnya sampai aku harus melarikan diri ke meja Psikiater di RS Margono Geriatri, Purwokerto pada tanggal 26 Januari 2017. Otakku sekarat. Ngebul setiap saat. Jika Allah tak memberiku semangat juang yang tinggi untuk berusaha mengobati otakku, entah apa jadinya aku dan anak-anakku saat itu.

Karena pada Tyaga Jehan lah kulampiaskan semua kemarahanku, kesedihanku, segala luka batinku yang menumpuk selama 36 tahun. Saat otakku korslet seketika menjadi kalap, garang, serta merta tanpa bisa kutahan. Aku memukul, mencengkram, menghardik, membanting, mengguncang-guncang tubuh Tyaga dan Jehan. Ada dorongan kuat ingin mencabik-cabik tubuh saja anakku yang membuat hidupku makin susah.

Namun hari itu, tanggal 24 Januari 2019, dengan kerendahan hatiku, aku benar-benar mensyukuri di posisiku yang sangat berlimpah cinta dan kasih sayang untuk Tyaga dan Jehanku. Tepat 2 tahun perjalanan sakit depresi dan bipolar menuju kesembuhan hakiki yang semata-mata semua hanya karunia Allah Swt yang Maha Menyembuhkan.

Aku tak akan membahas jalan kesembuhanku dari sisi agama Islam. Karena aku sangat sadar ilmu agamaku masih sangat jauh dari sekedar “menerima” Islam. Jujur, dari hati kecilku terdalam belum ada keinginan untuk belajar mengaji. Aku tak peduli jika asa yang mencibir. Biarlah…yang penting aku tetap fokus pada kesembuhan depresi & bipolarku.

Karena Allah Maha Baik padaku dengan memberi bekal ilmu lain. Yaitu MINDFULNESS dari seorang mentor Pak Supri Yatno yang ku kenal secara online sejak Agustu 2016. Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku bersungguh-sungguh mau sembuh. Dengan berbekal ilmu mindfulness itu, pada akhirnya Allah memampukanku tetap mengingat semua kisah hidupku di masa lalu yang pilu tapi sudah tak ada lagi sensasi apapun selain MENERIMANYA sebagai bagian dari hidupku yang memang tak akan mungkin bisa kulupakan. Karena sudah terekam diotakku yang pernah sakit. Dan juga MELEPASKAN yang seharusnya tak penting untuk kuingat-ingat lagi demi kebaikan jiwa dan otakku.

Kini otakku sudah sembuh sehingga saat menemui kejadian masa kini yang mirip dengan masa laluku, aku sudah bisa sangat terkendali untuk tidak terpicu dan terpuruk lagi dalam ledakan amarah, jurang kesedihan mendalam, dendam membara, dan masih banyak printilan lainnya dulu yang sangat memicu.

Sungguh…hidupku nikmat luar biasa saat mendapat kesehatan dan kelegaan lahir batin yang sempurna dari Allah Swt tak ternilai harganya.

Alhamdulillah ….

#NubarSumatera
#ChallengeMenulis
#Day9
#24Januari2019

rumahmediagroup/ribkaimari