Dokter Juga Manusia (Part 2)

Dokter Juga Manusia (Part 2)

Dena, seorang dokter umum. Ibu dengan satu orang anak. Merasa terpukul saat kedua orang kesayangannya, suami dan anaknya terkena penyakit tuberkulosis (TBC).

Bagaimana Dena mengatasi perasaan bersalah, karena gagal melindungi keluarganya dari TBC? Bagaimana pula keluarga Dena berjuang melawan penyakit kronis yang masih merebak di tengah masyarakat dan menghantui kita itu? Lantas, mengapa anak dan suami Dena bisa sampai terkena TBC?

Dalam tulisanku di event Nubar kali ini, akan dipaparkan hal-hal penting seputar penyakit TBC. Apa sebenarnya TBC itu? Kapan kita harus mencurigai seseorang itu terjangkit TBC? Bagaimana penularan serta pencegahannya?

***

Menangani pasien anak dengan keluhan muntah dan diare di ruangan praktik, sudah menjadi hal biasa bagiku. Berbagai langkah penanganan pertama di rumah dengan lancar kusampaikan kepada orang tua pasien. Bersama resep obat untuk mengatasi gejala, tanda, serta penyebab yang diderita anaknya.

Namun beda lagi ceritanya saat muntah dan diare terjadi pada anakku sendiri. Buang air besar yang berterusan, dengan frekuensi lebih dari lima kali sehari dan konsistensi kotoran yang cair, disertai muntah yang menguras cairan di tubuhnya. Membuat teori-teori yang tersimpan di kepala ini buyar.

Kepanikan mulai melanda, saat anakku menolak semua makanan yang ditawarkan. Hanya ingin minum saja, dan setiap kali sesudah minum langsung termuntahkan kembali semua cairan yang masuk ke perutnya.

Berbagai pertanyaan tentang penanganan diare dan muntah pada anak akan dibahas di sini. Bagaimana seharusnya menangani diare dan muntah pada anak? Makanan apa yang dianjurkan untuk dikonsumsi, maupun yang harus dihindari untuk mengatasinya? Perlukah segera minum obat?

***

Event ini adalah event Nubar kedua yang kuikuti di tahun 2019. Setelah event Ketika Jiwa Terlahir Kembali di bulan Oktober 2019. Seri kedua pula dari event Nubar Dokter Juga Manusia, yang seri pertamanya kuikuti sekitar setahun yang lalu.

Dokter Juga Manusia (Part II). Event Nubar area Jawa Barat bulan November 2019, yang memuat kisah-kisah kepanikan seorang dokter dalam menghadapi keadaan orang terdekatnya yang mengalami sakit. Bahkan mungkin tidak tertolong.

Di buku ini pembaca akan menemukan betapa dokter juga manusia. Tidak luput dari rasa panik, khawatir, paranoid, bingung, rasa bersalah, merasa bodoh, hingga muncul penyesalan mendalam karena tidak bisa mengobati diri sendiri maupun orang-orang tersayang. Sejawat-sejawat dokter berkumpul, selain menuliskan kisah menyentuh kalbu juga memberikan informasi tentang penyakit yang diderita dan trik pertolongan pertama ataupun lanjutan pada penyakit yang diderita.

Hingga akhirnya ada hikmah dan informasi bermanfaat yang dapat disampaikan kepada para pembaca. Agar dapat mengenal penyakit dan memberikan penanganan yang tepat. Selain, tentu saja, mengaduk-aduk emosi pembaca melalui kisah yang disampaikan.

Harapannya, buku antologi ini bermanfaat bagi banyak orang. Informatif dan ilmu di dalamnya dapat diaplikasikan. Serta menjadi tabungan amal jariyah bagi para penulis dan semua pihak yang terlibat di dalam pembuatannya. Aamiin.

rumahmediagrup/arsdiani