DUA MATA UJIAN

Dua Mata Ujian

Apakah dua mata ujian itu. Dalam kehidupan keduanya selalu beriringan. Terkadang mendekatkan dan tak jarang pula menjauhkan, dengan sang penguasa alam semesta yang memberikan dua mata ujian tersebut.

Ya, dialah kesenangan dan kesulitan.keduanya adalah dua mata ujian yang sering dilewati oleh kita sebagai manusia. Bagaimana menyikapi keduanya. Tergantung pada keimanan yang dimiliki

Tidak jarang manusia terjebak pada kenikmatan atau kesenangan hidup yang dikaruniakan-Nya. Saat kesulitan datang biasanya manusia akan rajin mendekatkan diri pada sang pencipta-Nya. Namun ketika kesulitan mulai berganti dengan kesenangan, mulailah dia lupa akan Tuhannya.

Sungguh yang demikian merupakan tanda-tanda tanda orang yang lupa diri. Maka jangan heran ketika Tuhannya mengembalikan pada kesulitan. Supaya kembali mendekat pada-Nya. Hal ini hanya terbetik hikmahnya bagi orang- orang yang mau berpikir.

Dalam firmanNya:

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepadaNya, kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat kepadanya, lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa( pada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-ada kan sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah,’Bersenang-senanglah dengan kekafirannya itu untuk sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka’.” QS. Az Zumar, 39:8

Sedangkan Nabi Sulaiman a.s mencontohkan bahwa nikmat Tuhannya adalah karunia, untuk memberikan ujian apakah bersyukur atau ingkar.