Dua Rest Area menarik untuk perjalanan Surabaya-Bandung

Dua Rest Area menarik untuk perjalanan Surabaya-Bandung

Rintik hujan membasahi punggungku, saat aku mulai membungkuk. Kubenarkan posisi bantal dan guling yang berada di area bangku tengah dari luar mobil. Nampaknya duo krucil senang menikmati kasur barunya. Bukan ‘Ayah Koko’ namanya, jika tidak menyiapkan segala hal terkait kenyamanan penumpang selama travelling. Kasur tersebut tertidur di atas rangka besi, menempel pada badan-badan bagian dalam mobil. Mobil abu-abu yang semula tiga seat menjadi hanya satu seat pengemudi dan kasur lapang, semakin menjanjikan untuk digunakan bepergian.

sumber foto: dokumen Dewi Adikara

Aku bergeming. Bertanya pada diri sendiri: benarkah ia mau mengendara di jalan selama 12 jam, lagi?

Nyatanya, ia makin membuat mobil kami semakin nyaman. Instruksi untuk membawa panci, wajan, kompor portable, dan bahan-bahan mentah kali ini menjadi yang utama.

“Astagfirloh, kita mau kemping ke hutan? kayak zaman baheula, yang enggak ada penjual? Apalagi liburan begini mas, pasti banyak kuliner di pinggir jalan,” sahutku.

“Kan, saat perjalanan dulu, yang kita temui lagi-lagi fastfood ayam, lalu ayam lagi,” ia mengeluarkan jurus recall memori. Aku ingat-ingat, dan memutuskan untuk sepakat, “iya juga sih.” Aku ingin membuatnya senang, karena kulihat usahanya yang begitu maksimal ingin membawa keluarga kecilnya bertualang. Aku pun berusaha menikmati hobinya yang sebenarnya adalah salah satu perbedaan dalam hubungan kami. Aku yang suka travelling praktis, sedangkan ia suka travelling bagai penjelajah di hutan belantara *perumpamaan yang berasal dari sisi anak travel praktis, hihihi.

Beruntungnya kami, selain pemerintah menyediakan tol, mereka juga menyediakan beberapa titik “rest area.” Dari beberapa rest area, menurutku ada dua yang menarik dan wajib kalian kunjungi jika melakukan perjalanan Surabaya-Bandung.

1.Rest Area 726 (Tol Surabaya-Mojokerto-Lokasi Gresik)

Walaupun tengah malam musik terdengar sangat lantang, namun tetap begitu merdu memperdengarkan lagu ‘yel-yel’ rest area yang disetel berulang kali.

Ulasan:

💗Toilet: Rest area ini memiliki dua toilet umum yang besar. Di setiap pintu toilet tergambar jelas mana toilet yang duduk dan mana yang jongkok. Terlihat sepele, namun begitu memudahkan pengunjung nih. Selain itu, disediakan pula toilet untuk handicap.

💗Kuliner: Di area ini juga terdapat toko oleh-oleh jawa timur, jadi jika kalian tidak sempat membawa oleh-oleh dari Surabaya, rest area ini menjadi solusinya.

sumber foto: dokumen Dewi Adikara

💗Masjid: Selain mengisi perut, dan membuang hajat. Masjid juga termasuk tempat pertama yang dikunjungi oleh pengunjung. Sepanjang perjalan, aku bersyukur sekali melihat selalu ada tempat ibadah yang mayoritas dianut oleh masyarakat Indonesia. Di depan masjid begitu indah saat aku lihat di malam hari. Asri dengan tanaman-tanaman dan ada airmancur yang cukup tinggi dan bisa untuk dilewati. Banyak orang yang bermain dan swafoto di spot ini.

💗Kebersihan: Salut deh, aku bisa beri empat jempol untuk kebersihannya, tong sampah tersedia dimana-mana. Selain itu, ada petugas yang rajin mengumumkan untuk selalu menjaga kebersihan dari speaker.

💗Pom bensin: pom bensin disini berkonsep selfservice, jadi kita turun sendiri untuk melakukan transaksi debet atau tunai. Kita menuangkan selang sendiri ke tangki bensin. Walau demikian jangan kawatir, para petugas standby di satu titik untuk membantu pelanggan yang masih bingung menggunakannya.

sumber foto: dokumen Dewi Adikara

Baca juga: rumah media grup

2.Rest Area 519B (Tol Solo Kertosono-Lokasi Sragen)

sumber foto: dokumen Dewi Adikara

Penampakan pertama dari rest area ini adalah adanya Masjid besar diantara dua belahan jalan tol. Rest area yang menuju Surabaya adalah rest area 519A (Tol Solo-Ngawi). Kedua masjid ini dengan desain kembar, namun berbeda warna.

Ulasan:

💗Toilet: Rest area ini memiliki satu toilet dengan dua kamar mandi. Lokasinya di depan masjid, tepatnya di sebelah tempat wudlu. Namun, jika waktu salat tiba, antrian cukup panjang dan lama, sehingga seringkali menimbulkan keresahan pengunjung. Sebenarnya ada toilet umum yang lebih besar dan jumlahnya lebih banyak, namun banyak orang yang tidak mengetahuinya. Toilet ini berada dibelakang toilet masjid tadi, tepatnya di sebelah pujasera. Selain itu, disediakan pula toilet untuk lansia. Toilet disini semua terdiri dari toilet duduk. Ada kamar mandi yang melintang dari toilet pengunjung, isinya hanya shower, entah itu untuk mandi umum atau petugas disana, tak ada keterangan.

💗Kuliner: Aneka masakan di sini jauh lebih beragam dari pada rest area 726. Mulai dari prasmanan, CFC, makanan lokal dan warung kopi tertata dengan cantik dan rapi di sini.

💗Masjid: Tempat ini begitu besar dan menjadi unik karena memiliki bentuk yang serupa dengan rest area di seberangnya. Masjid di sini bernuansa biru, sedangkan diseberang bernuansa jingga.

💗Kebersihan: Area yang cukup luas, tersedia banyak tempat sampah, namun menurutku perlu penambahan tong sampah disekitar parkir mobil. Disisi lain ada petugas yang tanggap menyapu setiap jalan yang nampak berserakan sampah.

💗Pom bensin: di rest area ini tidak ada, berbeda dengan di rest area seberang yang terdapat pom bensin.

💗Pos kesehatan: selama libur panjang ada tenda pos kesehatan dan polisi loh, aman banget deh kalau mau istirahat di sini. Jadi tenang tidurnya😍

Nah, dua rest area itu selalu menjadi pilahan yang tepat saat aku melakukan perjalanan baik ke Bandung, atau ke Yogyakarta. Sahabat, sudah pernah singgah?

Aku dan keluarga kecilku semalam tidur dalam mobil di rest area 519B. Setelah melaksanakan salat subuh, sekarang mau buka kompor portable dulu ya. Pindah nyiapin sarapan di sini deh, tetep jadi ibu yang berlibur pakai PR masak😂

sumber foto: dokumen Dewi Adikara

Salam,

Dewi Adikara

rumahmediagrup/DewiAdikara

One comment

Comments are closed.