Dulu Pulang Tanda Rindu, Sekarang Tak Pulang Tanda Sayang

Dulu Pulang Tanda Rindu, Sekarang Tak Pulang Tanda Sayang

Dengan adanya wabah virus Corona, membuat Ramadhan tahun ini berbeda. Idhul Fitri di tengah pandemi sungguh menyayat hati. Dulu pulang tanda rindu, sekarang tak pulang tanda sayang.

Ya…lebaran tahun ini kami tak bisa pulang kampung. Tak ada kumpul-kumpul. Tak ada sungkem ataupun makan-makan bersama keluarga. Rindu kepada orang tua pun semakin membuncah.

Covid-19, sebenar engkau datang sebagai anugrah atau musibah, cobaan atau hukuman. Hmmm.. apa pun itu, semoga segera berlalu. Agar kami bisa mengobati rindu, ya.. rindu kepada keluarga besarku.

Teruntuk emak dan bapak, maaf, tahun ini kami memilih untuk tidak pulang kampung. Bukan berarti kami tak rindu, bukan karena kami tak sayang. Justru inilah bukti bahwa kami sangat mencintaimu. Inilah bentuk ikhtiar kami untuk menjaga emak dan bapak.

Pintaku, saat nanti takbir mulai berkumandang. Janganlah sedih, jangan pula menangis. Tak perlu khawatir, kami disini baik-baik saja. Saat pandemi telah berlalu, kami berjanji akan langsung menemuimu, menghabiskan waktu bersama. Mengobati rindu yang sudah lama tak jumpa.

Sahabatku, mari kita bekerja sama melawan Corona. Jangan menangis, karena belum bisa mudik. Ada banyak cara menikmati lebaran agar tetap berkesan tanpa harus ketemuan. Ada banyak cara untuk bisa membuat orang tua tersenyum semringah meski kita tak ada di rumah. Sering-seringlah berkomunikasi kepada mereka. Kirimkan mereka hadiah. Dengan perhatian yang sesederhana itu. Sudah sangat membuat orang tua bahagia.

Rumahmediagrup/Vita