DUNIA TANPA SINYAL

Dunia Tanpa Sinyal

“Min paculmu nang endi, deneng langka” ujar Mang Parman berteriak pada Parmin dari kejauhan.

Parmin yang merasa ditanya oleh pamannya perihal cangkul, segera bergerak dari duduknya di bawah pohon randu. Kantuk yang menyergapnya sepintas lalu menghilang. Bergegas di hampirinya lelaki tua itu.

“Ning Kono wa, tak taro ning sore bale” Parmin menunjuk kearah bawah bale bale bambu, tempat dia menyimpan cangkulnya. Parman bergegas menuju ke arah yang ditunjuk Parmin.

“Langka min” sedikit kesal lelaki tua itu menegaskan kalau cangkul milik Parmin tidak ada di bawah bale bambu. Parmin ragu, dia merasa cangkulnya sudah disimpan di kolong bale bambu. Sepintas terlihat panik di wajah Parmin.

Kepanikan yang di alami Parmin sangat wajar, karena cangkulnya yang belum ditemukan adalah modal kerja satu- satunya. Cangkul adalah tulang punggungnya. Alat kerja itu tak pernah lepas darinya. Ada istilah ada cangkul, ada Parmin.

Parmin sangat setia dengan cangkulnya. Perantara datangnya rezeki untuknya. Kehilangan cangkul seperti kehilangan nyawa. Inilah sekelumit aktivitas masyarakat desa yang masih sederhana namun syarat makna.

Berbeda dengan masyarakat perkotaan yang keseluruhan aktifitas kerjanya, sudah demikian cepat ritmenya. Informasi pendukung usaha atau kerja mudah untuk diperoleh. Jarak tak menjadi masalah, di manapun posisinya bisa melakukan sebuah tugas pekerjaan. Multitasking istilahnya untuk gerak masyarakat kota yang dapat melakukan beberapa tugas disatukan waktu.

Namun ada satu hal pembeda yang sangat signifikan antara rutinitas kerja masyarakat perkotaan dan pedesaan. Walaupun tidak berlaku keseluruhan terhadap masyarakat perkotaan atau pedesaan itu sendiri. Butuh sinyal, yah itulah keluhan masyarakat pekerja perkotaan jika merasa ada yang kurang dalam penunjang kerjanya.

Sinyal, seberapapun mahalnya harga gadget yang dipakai, tanpa sinyal tak akan ada artinya. Sinyal membuka semua akses yang diperlukan dengan cukup satu jari. Memberi kenyamanan pada para penggunanya.

Mendekatkan yang jauh, menyampaikan pesan dengan cepat dan tak berbatas waktu. Hampir semua orang masa kini tergantung pada gelombang elektronik ini. Merasa gelisah dan kelimpungan ketika gadgetnya tidak mendapatkan sinyal untuk membantu aktifitasnya.

Membayangkan dunia tanpa sinyal, semua informasi tertutup. Sepertinya menjadi mengerikan menurut anggapan para pengguna sinyal. Berbeda dengan mereka yang belum banyak berinteraksi dengan sinyal, akan merasa tenang dan aman saja. Sejatinya sinyal sang penguasa alam sudah mengatur semua jalannya di muka bumi ini.

Waallahualam bishowab

rumahmediagrup/anisahsaleh

Pictkoleksipribadi