Duo ImaRi Berbagi dengan Damai

Duo ImaRi Berbagi dengan Damai

Oleh : Ribka ImaRi

“Mas Tyaga! Dede Jehan! Tolong ga ribut aja!” seru bunda saat mendengar kedua anaknya gaduh di pagi hari. Entah apa yang diributkan atau diperebutkan.

“Ini Dede mau ikutan mewarnai, Bun!” seru Tyaga. Tak kalah seru dengan seruan bunda barusan.

“Mas ga bolehin Dede mewarnai, Bun!” Jehan ikut berseru. Seruan yang membuat pagi ini semakin gaduh saja.

Padahal bunda sudah gaduh di dapur sedari tadi. Bunda menyiapkan semua keperluan untuk sarapan dan bekal yang akan dibawa kedua anaknya ke sekolah.

Sementara Tyaga dan Jehan memang mencari kesibukan sambil menunggu bunda menyiapkan sarapan pagi disiapkan.

“Sudah stop! Tidak ribut lagi! Tolong yang baik ya, Nak.” Suara tegas Bunda menghentikan keributan.

Duo ImaRi–Tyaga dan Jehan diam sejenak. Tapi dengan wajah cemberut.

“Memangnya kertas itu punya siapa?” tanya bunda saat mendekat. Dengan suara yang sudah bisa melembut agar suasana pagi yang sibuk tidak semakin menegang.

“Punya Mas.” jawab Tyaga mengakui.

“Benar, De?” tanya bunda pada Jehan, putri keduanya yang baru saja duduk di TK A.

“Iya punya Mas, Bun. Tapi De pengen ikut mewarnai” jelas Jehan membenarkan sambil membela dirinya.

“Oh … punya Mas. Ya sudah … coba Bunda mau lihat bagaimana sebaiknya supaya tidak rebutan?” Bunda memancing keduanya supaya mengeluarkan ide untuk akur seperti biasanya.

Mas Tyaga cemberut lagi. Dede Jehan mencebikkan bibirnya. Bunda hampir terpancing emosi. Tapi segera atur napas supaya kembali tenang. Kemudian lanjut mengisi kotak makan Tyaga dan Jehan. Bunda memang selalu sengaja tidak mencampuri melainkan menyerahkan penyelesaian masalah pada Tyaga Jehan. Agar keduanya terbiasa memecahkan masalah berdua sedari kecil.

Terdengar percakapan Duo ImaRi, “De, Mas mewarnai duluan yang bagian sebelah sini ya. Nanti gantian Dede mewarnai bagian yang ini. Oke?” Mas Tyaga melakukan negosiasi dengan adiknya, Jehan.

“Oke, De akan sabar tunggu kok.” jawab Jehan sepakat.

Akhirmya, pagi itu kembali damai. Sedamai pemandangan kakak beradik yang akur kembali dan mewarnai secara bergantian.

-Ribka ImaRi-
Sokaraja, 30 Oktober 2019

#Nubar
#NulisBareng
#Level4
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week5
#day30
#RabuTemaCernakBebas
#RNB33
#rumahmediagrup