Dzikir Pagi Pembiasaan Adab Islami

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbilah seraya memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi.” QS Al Gahfir : 55

Pembiasaan adab Islami salah satunya adalah membiasakan siswa dzikir di pagi hari. Sebelum memulai aktivitas belajarnya, siswa diwajibkan mengikuti dzikir pagi. Membaca Alma’ Surat, surat-surat pendek dan diakhiri dengan berdoa kemudian dilanjutkan salat Dhuha di kelas masing-masing.

Dzikir pagi ini bersifat wajib diikuti oleh semua siswa, guru dan karyawan yang ada di sekolah. Dilakukan setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat. Semua serentak mengikuti dzikir pagi. Office Boy-pun berhenti sejenak dari tugasnya, setelah dzikir pagi selesai baru melanjutkan pekerjaannya.

Dzikir pagi diadakan di lapangan sekolah dengan menggunakan terpal sebagai alasnya. Ada siswa yang bertugas memimpin dzikir pagi. Hal ini bergilir dilakukan dengan menunjuk dua siswa dari perwakilan masing-masing kelas.

Program kegiatan sekolah yang satu ini bertujuan agar aktivitas yang akan dilakukan baik oleh siswa maupun guru dan karyawan dapat dimudahkan Allah. Sehingga diharapkan semua warga sekolah bersemangat dalam melakukan pekerjaannya.

Saat datang di pagi hari, siswa akan meletakkan tasnya di kelas masing-masing. Kemudian dengan segera menuju ke lapangan sekolah. Al Quran dan buku Alma’ Surat pun telah dipersiapkan. Tepat pukul 7 pagi dzikir pagi dimulai. Bapak dan ibu guru serta karyawan sekolah membaur diantara siswa-siswa.

Setelah selesai berdzikir pagi, agar tertib dan tidak gaduh Bapak dan ibu guru mengatur siswa untuk membubarkan diri dan kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan salat Dhuha.

Tugas membereskan alas terpal dilakukan oleh siswa yang tidak tertib saat dzikir pagi dilakukan. Biasanya alasan ketidaktertiban siswa karena tidak membawa kelengkapan dzikir pagi, tidak menggunakan peci bagi siswa laki-laki, mengobrol, dan yang sering terjadi karena keterlambatan siswa.

Mengajarkan siswa dalam pembiasaan adab Islami memerlukan teladan. Bapak dan ibu guru dalam hal ini merupakan contoh bagi anak didiknya. Kedisiplinan dan komitmen diperlukan agar program yang telah direncanakan dapat dilakukan dengan baik.

Sumber foto : Koleksi pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar