E Kepanjangan dari Es Krim

Bu Berty memiliki seorang anak. Namanya Gendhis. Dia anak satu-satunya. Umurnya 4 tahun. Anak tersayangnya ini telah mengikuti pendidikan di PAUD KB Al-Ikhlas Lumajang. Dia suka sekali bercerita, menirukan peran orang lain. Pada mulanya hal itu dianggap sebagai peniruan terhadap film-film kartun yang tiap hari dia lihat. Saat Gendhis menirukan perintah ustada Yana, maka semua hanya bisa angkat bahu. Rupanya itu bagian dari bakatnya.

Dunia kartun menjadi inspirasi lukisannya, karena dia juga punya bakat melukis. Semua tempat menjadi sasaran goresannya. Buku-buku, kertas berrim-rim, meja, bahkan berulang kali melukis di pahanya juga loh. Mami Berty tak lagi sanggup melarang. Dia biarkan dinding-dinding menjadi galeri terindah bagi Gendhis. Tak tega menepis senyum puasnya kala usai mengakhiri goresan.

Galeri terindah

Hari ini dia mendapatkan tugas untuk menulis. Mulailah dia mendapatkan petunjuk dari maminya. Ini bukanlah hal yang menarik bagi Gendhis, karena ini bukan hobinya. Membuat huruf bagi Gendis terlalu banyak tata aturan. Harus dilingkarkan lah harus tegak lah harus kecil serta mengikuti kotak-kotak yang sudah ditentukan dan lain-lain.

Tugas menulis huruf e itu bisa tertuliskan hanya karena paksaan dari maminya, selebihnya dia tidak mau meneruskan. Sedangkan kegiatan belajar di libur Pandemi ini, wajib dilaporkan segera. Hemm… bisa naik nih darah, pikir mami.

Sang mami tercinta tidak tinggal diam, agar anak tersayangnya mau menulis. Sebagai orangtua harus kaya ide. Ide ini tentu merupakan kunci pembuka jalan tentang kesulitan ini. Sang mami tahu itu, dia pun ke belakang dan sejenak kemudian hadir dengan sesuatu di tangan. Dia panggil anaknya. “Gendhiiis …” Dengan enggan Gendhis menoleh. “Taraaaa…” Sang mami menunjukkan es krim di hadapan anaknya. Spontan ada kilatan semangat di sorot mata Gendhis dan seketika itu pula dia menggoreskan tangannya di atas kertas dan meluncur huruf e … e … e … yang banyak seraya dia berkata, “Nulis e yang banyak ya Mami !” Hahaha duuuh … senyum dan cahaya matanya innocent banget.

Asparaga, 23042020

2 comments

Comments are closed.