Elipsis

Elipsis

Assalamualaikum wr wb.
Hai Sobat Nubar, kita akan membahas satu materi kepenulisan. Apakah itu?
Simak baik-baik, ya?

Tanda Elipsis.

Adalah tanda yang dipakai dalam kalimat pada naskah tulisan, baik pada dialog atau pun narasi.
Fungsinya :

  1. Melambatkan irama dialog atau pembacaan narasi.
  2. Untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
    Contoh :
    Penyebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.
  3. Untuk menuliskan ujaran yang tidak selesai dalam dialog.
    Contoh :
    “Menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?”

Saat menuliskan tanda elipsis, beri satu spasi sebelum dan sesudah tanda elipsis.
Penggunaan di tengah kalimat ( … )
Penggunaan di akhir kalimat ( …. )

Contoh penggunaan :
“Baiklah … kalau itu maumu.” (tengah kalimat)
“Semoga Allah melindungi kalian …. ” (akhir kalimat)

Pada praktiknya, beberapa editor tidak menyukai penggunaan terlalu banyak elipsis dalam dialog maupun narasi.
Bahkan ada yang membatasi hingga maksimal 3 kali saja dari satu naskah, terutama naskah tulisan pendek seperti cerpen.

Dianjurkan bagi para penulis untuk lebih banyak menggunakan tanda baca lainnya seperti ; titik, koma, tanda seru, dan tanda tanya pada akhir kalimat. Baik pada kalimat dialog maupun narasi.

Demikianlah pembahasan tentang tanda elipsis. Bagaimana? Sudah cukup bisa dipahami? Yakin bisa, ya? Yang penting rajin latihan dan jangan lupa teorinya.

Selamat menulis.
Salam literasi.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

Referensi :
Sugiarto, Eko. Kitab PUEBI(Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), Yogyakarta : Penerbit Andi, 2017.