Emak Berdaster Bisnis Online, Siapa Takut?!

Emak Berdaster Bisnis Online, Siapa Takut?!

Membaca judul diatas sedikit membuat dahi berkerut. Apa sebabnya? Kok emak berdaster, emak-emak kan memang suka sekali berdaster kalo di rumah, bahkan daster itu salah satu pakaian kebesaran emak saat di rumah. Yang pada saat gadis tak suka dasteran karena risih, begitu menikah dan punya anak mendadak jadi suka pakai daster. Menakjubkan bukan? Dan lebih menakjubkan lagi, ternyata emak yang suka pakai daster itu nyambi bisnis. Hohoho…emang bisa ya emak-emak dasteran bisnis? Jawabnya, tentu saja bisa. Padahal emak itukan aktiftasnya sudah sedemikian full dari pagi nyaris ketemu pagi lagi. Lantas bisnis apakah yang digeluti si emak berdaster itu? Selidik punya selidik, ternyata bisnisnya bukan seperti orang pada umumnya, harus sering bertatap-muka, atau keluar rumah bertemu rekanan bisnis. Bukan demikian ternyata. Bisnis yang digeluti para Ibu atau Emak berdaster ini, adalah bisnis Online. Apakah itu bisnis online?


Bisnis Online akhir-akhir ini semakin marak dibicarakan, kecanggihan teknologi membuat segala sesuatu menjadi semakin mudah dan cepat. Jika satu dekade lalu orang menginginkan sesuatu harus berusaha mengeluarkan banyak energi, tidak demikian halnya saat ini. Mencari sesuatu yang jarang ada di sekitar kita pun, bisa dilakukan sambil duduk santai menggunakan benda persegi yang bisa digenggam oleh jemari kita.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bisnis diartikan sebagai usaha komersial di dunia perdagangan. Sedangkan online dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai dalam jaringan (daring) internet. Jadi, bisnis online didefinisikan sebagai usaha komersial dalam jaringan internet.


Dari defnisi diatas dapat kita simpulkan bahwa bisnis online sangatlah mudah dilakukan oleh siapapun, dengan bermodalkan telfon selular pintar ataupun laptop dan terhubung dengan jaringan internet. Dari mulai pegawai kantoran sampai Ibu Rumah Tangga alias Emak berdaster bahkan artis pun ikut ambil bagian dalam kancah dunia bisnis online. Tidak perlu Handphone yang harganya ratusan juta, yang biasa-biasa saja dan bisa mengakses internet dengan lancar, bisnis online bisa dilakukan.


Melalui media sosial yang beragam mulai dari Facebook, Instagram, Line, ataupun berjualan di marketplace seperti Tokopedia dan sebagainya semua orang dengan mudah melakukan perniagaan secara online. Mereka memajang barang yang diperjualbelikan semenarik mungkin agar siapa saja yang melihat menjadi tertarik untuk membeli atau sekadar bertanya sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli. Barang yang diperjualbelikan secara online pun bukan hanya barang berwujud tetapi juga bisa sebuah jasa. Para pebisnis saat ini lebih banyak memasarkan barang dan jasa melalui jaringan internet, karena lebih praktis dan minim biaya yang dkeluarkan.


Dan para Ibu Rumah Tangga masa kini pun ikut mewarnai dunia bisnis online, julukan kerennya adalah “Emak Berdaster”. Motivasi para emak berdaster ini umumnya adalah ingin membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga, meski ada pula yang memang menyalurkan hobi. Seperti para ibu yang hobi berkreasi membuat kerajinan tangan, ataupun menjahit dan desain, hasil kreatifitasnya bisa dipublikasi secara online. Awalnya hanya sekedar memajang hasil seni, akhirnya ada orang-orang yang tertarik untuk memiliki, dan terjadilah jual-beli atau kesepakatan bisnis.


Banyak diantara para emak berdaster yang tidak sengaja terjun ke bisnis online, termasuk penulis sendiri. Penulis awalnya hanya sebagai konsumen online yang memang saat ini sangat terbantu dengan adanya market online. Karena masih disibukkan dengan urusan domestik rumah tangga dan para balita di rumah, adanya market online sangat membantu penulis dalam mencari kebutuhan keluarga, terutama yang menyangkut kebutuhan sandang. Emak tak perlu repot-repot keluar rumah dengan membawa anak-anak yang masih kecil, cukup cari market online atau teman yang berjualan kebutuhan sandang online, pilih, tanya harga, cocok, kemudian transfer sejumlah harga barang, tinggal menunggu kiriman datang. Sederhana dan mudah bukan?


Penulis juga termasuk salah satu pelaku bisnis online yang terjun secara tidak sengaja, dan akhirnya mau tidak mau ikut belajar bagaimana berbisnis online yang baik dan benar. Dan saat ini banyak sekali orang-orang yang menawarkan jasa pelatihan untuk para emak berdaster belajar bisnis, secara online ataupun offline (melalui jaringan internet atau tatap muka langsung). Biayanya pun beragam dari yang murah-meriah sampai yang berkelas yang dilaksanakan di sebuah hotel. Emak tinggal memilih yang sesuai dengan budget dompet. Tidak ada keharusan untuk para emak mengikuti pelatihan tentang bisnis online, tetapi jika ingin serius di dunia bisnis online, maka perlu sekali belajar dari pakarnya untuk meningkatkan pengetahuan dan menaikkan omzet bisnis. Karena jika diseriusi bisnis online ini bisa membuat orang sukses dan terkenal lho. Dari dalam rumah sambil mengurus anak-anak dan suami, seorang emak sambil dasteran bisa punya penghasilan yang melebihi pegawai kantoran.


Menjadi pebisnis online yang sukses, emak perlu mengetahui trik dan tips bagaimana mengelola waktu yang hanya 24 jam sehari menjadi efektif dan bernilai. Karena jika hanya sekedar saja, maka jangan berharap bercita-cita menjadi pebisnis online sukses. Sebaiknya mengikuti pelatihan marketing online, didalamnya para emak akan diajarkan bagaimana berbisnis online dengan santun, beriklan dengan baik dan menarik baik melalui tulisan atau gambar. Sampai dengan mengatur keuangan bisnis online yang bijak. Semuanya bisa dipelajari dengan mudah saat ini. Jika tak sempat mengikuti pelatihan secara langsung, bisa mengikutinya secara online melalui group jaringan internet seperti Whatsapp. Emak tak perlu keluar rumah meninggalkan anak-anak, cukup lewat handphone dan biasanya jam belajarnya malam hari, saat anak-anak sudah istirahat. So simple.


Beberapa tipe pebisnis online antara lain, ada yang menjadi produsen langsung, agen, reseller, ataupun sebagai dropshiper. Semuanya sangatlah mudah dilakukan. Bagi yang memiliki dana terbatas cukup menjadi dropshiper, artinya emak tak perlu repot menyetok barang dagangannya, cukup memajang foto-foto barangnya, kemungkinan untuk rugi pun sangatlah kecil. Reseller ataupun agen, orang yang menjual barang dagangan dari produsen langsung dengan syarat tertentu, jadi emak harus menyetok sejumlah barang dengan jumlah minimal dari pihak produsen dengan harga jual yang telah ditentukan. Jika barang habis, tinggal pesan dan dikirim.


Selain bentuk barang, jasa seseorang pun saat ini bisa dipasarkan secara online. Seperti jasa pelatihan marketing, konsultan keuangan, guru privat, dan lain-lain. Mereka memasarkan keterampilannya secara personal ataupun dengan tim melalui jaringan internet. Dan tidak bisa diremehkan, karena melalui online justru informasi lebih cepat ditemukan oleh orang-orang yang membutuhkan.


Para emak berdaster, juga beragam bisnis yang digelutinya. dari mulai kebutuhan sandang semisal bahan pakaian sampai pakaian jadi, pakaian bayi dan anak-anak, pakaian dewasa-pria atau wanita. Aksesoris atau pelengkap penampilan, sampai makanan berat dan ringan bisa dipasarkan melalui jaringan internet. Yang hobi dibidang kuliner bisa memasarkan hasil kreasi buatannya secara online, hobi menjahit, membuat kerajinan tangan, semuanya dipastikan bisa terjun ke bisnis ini.


Sebagai referensi dan bukti bahwa bisnis online tidaklah bisa dipandang sebelah mata, ada seorang ibu dari lima orang anak yang terjun ke bisnis online dari mulai lini terbawah, yaitu menjadi dropshiper, menjual barang produksi orang lain tanpa keharusan stok barang. Motivasi awal emak ini memang ingin membantu menopang kebutuhan keluarganya, karena beberapa keluarga terdekatnya ada yang masih memerlukan bantuannya. Dan saat ini emak itu yang tak lain adalah teman sekolah penulis, bisa sukses merambahi bisnis online dengan segala suka-dukanya, jatuh-bangunnya hingga bisa bertahan sampa saat ini. Emak berdaster ini pun sekarang telah menjadi seorang pebisnis online yang sudah banyak dikenal dikalangan market online, dan mulai merambah menjadi produsen kaos kaki. Reseller dan konsumen loyal si Emak inipun juga patut diacungi jempol. Dan penulispun mendapat racun positif untuk berani ikut masuk dalam dunia bisnis online dari si emak ini.


Memang banyak sekali kemudahan dan keuntungan dari bisnis online ini. Salah satunya adalah, tidak memerlukan tempat khusus dan permanen untuk memajang dan menyimpan barang dagangannya. Akan tetapi selain dari kemudahan-kemudahan itu, terkadang ada pula kerugian atau kedukaan yang bisa diderita Si Emak berdaster, yaitu penipuan, tidak sedikit penjual online tertipu oleh calon pembeli, saat barang sudah dikirim, ternyata bukti transfer yang diberikan ke penjual adalah palsu, PHP (Pemberi Harapan Palsu) yaitu, orang yang sudah tanya-tanya tentang produk, pilih-pilih dan akhirnya menentukan pilihannya namun setelah dikonfirmasi ulang berikut total biaya transaksi tiba-tiba menghilang, barang tidak sesuai dengan kemauan pembeli dan lain-lain. Oleh karena itulah, Emak perlu dibekali ilmu jualan online alias Internet Marketing, agar cerdas dalam melihat pasar online sehingga terhindar dari penipuan.


Selain memerlukan ilmu cara berjualan dalam jaringan internet, ada keterampilan lain yang perlu dikuasai oleh Emak berdaster ini, yaitu keterampilan membungkus paket pesanan alias packing. Karena jenis barang yang diperjual-belikan di jaringan internet itu beragam bentuk dan jenisnya, maka cara mengemasnya pun harus dengan keterampilan yang cantik. Gak enak dong jika pelanggan menerima paket dengan kemasan yang amburadul tak sedap dipandang, kesannya jadi kumuh dan tidak antusias. Beberapa barang ada yang memerlukan trik khusus seperti barang yang rentan rusak atau mudah pecah, semacam barang pecah belah atau makanan yang mudah hancur. Biasanya para onliners menempelkan stiker atau lakban Fragile di luar kemasan.


Sebelum mengakhiri tulisan ini, ada beberapa tips sukses buat Emak berdaster yang ingin berbisnis online. 1). Emak harus tahu apa yang menjadi tujuan utama terjun ke bisnis online, 2). Cari alasan yang sangat kuat, jadi saat semangat Emak menurun, Emak punya alasan kenapa harus sukses dibisnis ini?, 3). Ciptakan kondisi kepepet, artinya The Power of Kepepet ini sangat diperlukan, karena punya impian besar saja tidak cukup. Impian besar ditambah kondisi kepepet akan menghasilkan sesuatu yang Wow. Contoh, Emak ada di lantai 6, kemudian diminta turun ke lantai 1 dengan iming-iming uang 1juta tetapi turun lewat seutas tali, pasti tidak akan mau bela-belain uang 1juta tetapi turun pake tali. Akan berbeda jika kondisinya ada kebakaran di lantai 6, tanpa diiming-iming uang 1juta pun, Emak akan turun lewat jalan pintas. Kondisi ini bisa diciptakan dengan membuat Reward dan Punishment yang membuat Emak terus bergerak mewujudkan impian. 4). Praktek segera, artinya setelah 3 poin di atas, saatnya Emak harus action. Jangan tunda dengan kata tapi-tapi, kalau-kalau, ataupun nanti-nanti. Terakhir 5). Fokus dan konsisten, artinya begitu banyak penyedia market online saat ini, silakan saja mencoba membuka pasar di beberapa tempat, yang terpenting adalah Emak harus fokus, apakah berjualan melalui facebook, Instagram, Line, atau marketplace.


Demikian yang dapat penulis sajikan, semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi Emak rumahan yang ingin terjun ke dunia bisnis online atau siapapun itu. Tidak ada kata Tidak Bisa jika kita belum mencoba. Yakinlah disetiap usaha yang kita lakukan, akan ada imbalan yang setimpal. So, sukses itu bukan hanya milik orang kantoran yang berdasi atau berpakaian rapi dan wangi, Emak yang cuma pake daster di dalam rumah sambil ngurus anak bisa juga untuk sukses dengan cara yang berbeda. Salam sukses!

rumahmediagroup/afafaulia18