Emak Kangguru

Travelling sekeluarga adalah saat paling menyenangkan sekaligus paling menantang buat orangtua. Apalagi perjalanan membawa bayi dan balita. Repot sudah pasti. Namun bukan berarti tak bisa diatasi. Namanya juga jalan-jalan, tujuannya bergembira dan menikmati perjalanan, jangan dijadikan stres ya!

Sejak anak pertama hingga anak ke-5, saya sudah terbiasa berjalan dengan mereka saja tanpa sang ayah. Waktu kerja ayahnya anak-anak sering berbenturan dengan waktunya mereka liburan. Jadi, daripada manyun terus karena tak keluar dari tempurung, baiklah saya keluarkan tenaga ekstra demi keluarga tetap bahagia.

Nah, berjalan membawa bayi dan balita, prinsip utamanya adalah membuat mereka nyaman. Lewat usia balita kalau tak nyaman ada pilihan dibujuk atau pelototi sekalian (please, don’t do the pelototi). Balita mana bisa dibikin begitu. Bayi dan balita hanya perlu makan dan istirahat cukup agar tidak rewel. Mereka tak peduli cuaca panas, hujan, becek, harus naik ojek, yang penting waktunya makan ya makan, waktunya istirahat ya istirahat. Maka, usahakan kedua hal tersebut terpenuhi.

Dalam urusan perangkat perjalanan, saya penganut aliran simple to the end. Bawa barang sesedikit mungkin. Pilih barang yang multifungsi. Sangkin sedikitnya barang yang saya bawa, kadang-kadang ada orang yang tidak percaya bahwa semua bawaan itu sudah mencukupi untuk perjalanan beberapa hari, termasuk perlengkapan bayi. Biasanya orang yang membawa bayi dan balita dalam perjalanan ‘kan membawa gembolan yang banyaknya bahkan membuat si orangtua pusing. Lha ini, kok kesannya santuy banget!

Salah satu perangkat andalan saya untuk meng-handle bayi adalah kain gendong. Tak bisa disangkal, saya termasuk emak zaman now yang mengikuti mode zaman rikiplik. Kalau dulu waktu anak pertama hingga ke-4 kain gendongnya dari kain batik panjang, ketika anak ke-5 saya menemukan kain lentur yang lebih menyenangkan bagi kami berdua. Nyaman di bayi nyaman di emak. Selamat tinggal sakit punggung dan pinggang.

Lihatlah dalam rangkaian foto di bawah ini. Kain itu saya pakai seharian. Posisinya juga bisa disesuaikan kebutuhan. Si bayi (dalam foto usianya 6 bulan) tidur, makan, bermain, dalam keadaan menempel di tubuh depan ibunya. Persis anak kangguru.

Alhamdulillah dengan demikian perjalanan kami jadi menyenangkan. Bayi nyaman karena tetap dekat dengan detak jantung sang emak, dan si emak pun nyaman karena bayinya dalam pengawasan serta perlindungan penuh.

Ah, jadi kepingin travelling lagi.

rumahmediagrup/fifialfida