FASHIONISTA

By. Gina imawan

“Ya ampuuun ginaaa…kamu pake baju apa ituuu??”, Seseorang terbelalak.

Mimiknya seolah mengatakan aku nggak waras.

Aku menunduk menatap pakaianku. Jeans. Kaos oblong bertuliskan UCLA. Sendal jepit. Rambut kuncir kuda.

“Ada yang salah?”, Aku balik bertanya tak mengerti.

“Helloow…jeans plus sandal jepit tuh nggak nyambung banget…”, Jawabnya manis.

Dengan nada mengajarkan 1 ditambah 1 sama dengan 2 pada anak bego yang tak juga faham.

Sejak kapan??

○●○●○●○●

“Wahahahaha…kalo mw pake rok ya rok mw pake kets ya kets…masa rok sama ransel. Jaka sembung pisan!!”, Gelak tawa itu terdengar jelas.

Berisik pula. Mirip TOA.

Dengan bingung aku menatap pakaianku. Rok item satu satunya yang ku punya. Kets shaolin. Kaos lengan panjang. Kudung bulat langsungan. Ransel.

Garuk-garuk kepala. Suara riuh tertawa menghina.

Aku berlalu. Males berdebat.

○●○●○●○●

“Akhwat metal!! Masa gamis pink, kaos kakinya item. Ranselaaaan terus. Mw ngerock dimana?”,

Believe me. Dia bukan orang pertama yang ngomong kayak gitu.

Teuing ah! Gamis gamis gue. Kaos kaki kaos kaki gue. Males banget urusan sama lo!

Melangkah menjauh. Manyun. Masih terdengar suara tawa. Namaku langsung viral. Gina si akhwat metal.

○●○●○●○●○●

“Naaah gitu dong ginaa…gamisnya toska, hijabnya toska muda. Sepatu hitam. Kaos kaki krem. Cantiiiik…feminim…ikhwan pasti pada suka…”,

Aku tercenung. Itu kalimat maksudnya apa sih? Jadi males deh. I dress up not for ikhwan. I dress up for myself.

○●○●○●○●○●○●

“Gileee…coatnya keren banget, gina. Beli dimana? Perasaan coat yang kamu pake selalu keren. Kemaren coat panjang curduroy coklat. Minggu lalu beludru army look. Waktu itu pernah juga aku liat kamu pake coat denim keren. Trus tweed selutut. Itu mahal pasti ya?”,

Dibelainya Coat biru langit milikku. Well, Coat ini mang keren banget. Panjangnya selutut. Bagian badan dari badan beludru halus biru langit. Kedua lengan dari rajutan tebal. Juga berwarna biru langit. Dengan kancing vintage sepanjang badannya.

One of my favorite coat.

“Beli di cimol pasar Kanoman. 30-50 rbu. Kamu mau juga? Aku bisa anterin…”, Jawabku polos.

Yang nanya langsung terbelalak. Trus undur diri. Siapa sangka lalu aku kembali viral. Gina, si tukang pake baju bekas.

Tapi kenapa mereka berebut saat aku mengangsurkan beberapa coat koleksiku buat siapa aja yang mau??

○●○●○●○●○●

“Cieee ginaaa….sepatunya 30 ribuaaan…sepatu kareeeet…”, Lalu cekakak. Cekakak. Cekakak.

“Ini sepatu anti hujan badai. Keren. Aku nggak pernah takut sepatuku rusak keujanan. Jalan di tempat becek. Kena lumpur. Perawatannya gampang banget lagi. Tinggal celup ke ember. Sikat. Kalo masih kotor pake sabun. Gosok. Bilas. Keringin di jemuran….”, Aku menjelaskan.

Aku suka sepatu ini. Praktisnya kebangetan.

“Iyaaa..tapi nggak ada mereknya. Ndeso. Kere”, kakinya yang menumpang satu sama lain bergerak.

Aku menatap kedua kakinya. Wedges 10 cm. Dengan motif anyam warna krem dan hijau. Mereknya?

Gak bisa kubaca.

Males ah lanjutin ngobrolnya. Aku nyengir trus ngeloyor pergi.

Busssett. Guwe viral lagi. Gina, si sepatu anti hujan badai. Tumben, keren. Berasa Syahrini.

Lanjutin nggak ya nulisnya?
Hehehehe
Udah dulu deh…
Dedu n abang udah selesai cukur nih.
Giliran Rania aku botakin.

One comment

Comments are closed.