Nyorog Tradisi Betawi

Jelang Ramadhan Nyorog adalah tradisi masyarakat Betawi yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadan, berupa membagikan bingkisan kepada sanak keluarga, dalam tradisi ini yang muda mendatangi yang tua mulai dari : engkong-uwa, orang tua, mertua, encang-encing. Nyorog mengandung makna saling memaafkan menjelang bulan suci, mengeratkan silaturahmi dan saling mengingatkan bahwa bulan suci telah tiba. Tradisi Nyorog hampir mirip dengan budaya masyarakat Sunda munggahan, dalam tradisi jawa juga ada, dengan nama berbeda Biasanya hantaran yg di kirim adalah lauk pauk seperti opor ayam, semur daging, bisa juga berupa lauk mentah seperi daging sapi, yg sangat wajib untuk masyarakat Betawi khususnya Bekasi adalah Ikan Bandeng, mengapa Bandeng? Budaya betawi terpengaruh Budaya Cina, ini terlihat dari ornamen, music dan kuliner. Ornamen Betawi biasanya menggunakan warna-warna mencolok seperti merah, kuning dan orange, mirip dengan tardisi cina, warna ornamen Pengantenan Betawi mirip dengan warna yg melekat pada barongsai. Demikian juga musik dan tetabuhan, barongsai mirip dengan tetabuhan Betawi menghentak, berisik dan keras Kuliner lebaran pun mirip, kue keranjang atau orang Betawi bilang kue cina selalu muncul di momen istimewa lebaran Cina (imlek) dan lebaran Betawi, yang paling istimewa adalah bandeng, konon kabarnya buat orang Cina ikan bandeng itu pembawa hoki, anak atau menantu yng tidak mengirim bandeng di hari istimewa itu akan di cap menantu yang pelit dan tidak mau berbagi hoki. Orang betawi juga seperti orang Cina, bandeng adalah hantaran wajib anak menantu ke orang tua, konon bisa becerai suami-istri jika tidak sampai mengirim bandeng ke orang tua atau mertua. menjadi tradisi menjelang Ramadan ikan bandeng muncul dengan ukuran besar dan tersedia di pasar, para petambak sudah sangat tahu tradisi masyarakat Betawi yg akan nyorog dengan ikan bandeng. Mereka sengaja menjual bandeng ukuran besar saat awal ramadan dan pasti laku keras dan terserap cepat di pasar, karenanya nenjelang Ramadan banyak pedagang dadakan di pasar yg khusus menjual bandeng. Tradisi bandeng masih terpelihara di kantong-kantong Betawi di Jakarta, seperti Tanah Abang, Rawa Belong, Bekasi pinggiran dan Depok. Bandeng buat masyarakat Betawi memang istimewa, mereka menjadi kan bandeng sebagai makanan pavorit pada momen besar seperti lebaran, perkawinan, selametan, perayaan hari besar dll Seiring kemajuan zaman kini nyorog tidak perlu repot membeli bandeng mentah, bandeng siap saji telah tersedia di pasar modern dan supermarket ada bandeng presto, bandeng isi, bandeng asap. Nah yang paling hit pastinya bandeng rorod, praktis, lezat nikmat bergizi dalam bentuk frozen food, awet dan tahan lama, bisa dinikmati setiap saat tanpa perlu repot-repot. Ngomong-ngomong, ente udah pada nyorog? yuk segera nyorog, kalau ampe kagak nyorog mah kata Bang Haji Rhoma Irama terlalu he..he…he…(Afifridwan/facebook2020)

Majayus Irone/Penulis/Rumediagrup.com