Gadis Tegar yang Berhasil Menjadi Terbaik

Gadis tegar yang berhasil menjadi terbaik.

Wah, apa maksudnya pernyataan itu? Siapa dong gadis tegarnya?

Hihi. Jadi begini ….

Ada dua event Nubar Sumatera yang baru saja keluar covernya. Dua event tersebut berjudul “Cerita si Gadis” dan “Tegar Meniti Langkah“. Wah, dahsyat ya, judulnya. Lebih dahsyat lagi covernya.

Dari dua judul tersebut, sesuai dengan ketentuan Nubar, maka terpilihlah dua nama yang berhak menjadi naskah terbaik. Wah?

Penasaran?

Akan saya bahas satu per satu dulu ya.

***

Cerita si Gadis

Event ini merupakan event ke-7 Nubar Area Sumatera. Event yang dibawahi seorang PJ yaitu Dewi Adikara mengambil tema perempuan khususnya cerita dari seorang gadis.

Dari tema tersebut, terkumpullah sebanyak 21 kontributor (termasuk PJ) yang bersama-sama menulis buku ini. Judul yang dikumpulkan pun beragam. Sebut saja, karya PJ-nya yang berjudul: “Selamat Datang, Mantan“. Nah, lho? Apaan tuh, mantan? Hehe.

Dari semua naskah yang terkumpul harus dipilih satu naskah terbaik. Itu bukanlah suatu keputusan yang mudah. Namun, setelah menimbang-nimbang, dibantu konsultasi dengan tim pusat juga, akhirnya terpilihlah satu naskah terbaik. Simak cuplikannya di sini:

Saraswati Dewi adalah sosok perempuan mandiri yang sepertinya tak mau ambil pusing dengan penampilan fisik. Tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga dengan dominasi laki-laki, membuatnya selalu merasa cantik. Tentu saja karena orang tua dan saudara-saudaranya pun tak pernah mempermasalahkan keengganannya untuk menjadikan tampilan fisik sebagai prioritas.

Hingga akhirnya, sampailah gadis berusia 19 tahun ini pada satu titik. Ia yang dulu tak sempat memperhatikan ukuran tubuh yang sedikit berisi atau warna dan model baju yang hanya itu-itu saja, kini terlihat lebih repot, bahkan menghabiskan bermenit-menit hanya sekadar untuk mematut diri sebelum berangkat ke kampus.

Ada yang bisa tebak itu naskah siapa? Yup. Itu adalah karya dari Damar Aisyah yang berjudul “Sosok dalam Cermin“.

***


Tegar Meniti Langkah

Event berikutnya, berjudul “Tegar Meniti Langkah”. Kali ini PJ nya adalah Syarifah Nur Adni. Event yang mengambil tema tentang ketegaran menjalani hidup ini berhasil mengumpul 23 kontributor.

“Setiap orang pasti pernah mengalami masalah yang membuat kita terpuruk dalam hidup, entah itu disebabkan oleh sebuah kehilangan, terpaksa melepaskan, penderitaan, cinta atau berbagai kemalangan yang menimpa dll. Namun pada akhirnya kita hanya bisa memilih rida dengan segala takdir yang ada, entah seberapa sukar hati untuk menerima, pada akhirnya kita hanya mampu rida dan mengikhlaskan semuanya. Mari tuangkan pengalaman dan imajinasimu dalam sebuah cerita yuk?”

Sama seperti event lainnya, dalam event ini sulit sekali mengambil keputusan siapakah yang berhak menjadi terbaik? Namun, setelah lama sekali menimbang-nimbang akhirnya terpilih juga satu nama. Ini dia cuplikan naskahnya:

“Rin, kemarin ketemu siapa saja di kampus?” tanya seorang perempuan paruh baya dari ruang TV yang persis berada di depan kamar Airin. Ia biasa memanggilnya dengan sebutan umma.

“Mahasiswa. Tapi, Airin tidak kenal karena banyak yang baru. Memang kenapa, Ma?” ucap Airin yang kini sibuk merapikan kerudungnya.

“Ya, barangkali ada dosen atau teman lama kamu di sana yang mau carikan jodoh buat kamu.”

Airin diam, tidak merespons perkataan umma.

“Kamu itu sudah cukup umur, loh. Mumpung belum masuk kepala tiga,” lanjutnya lagi.

Nah, kan. Belum-belum, cuplikannya sudah bikin baper. Maka pantaslah, karya Alika yang berjudul “Serpihan Hati Airin” ini terpilih menjadi terbaik.

***

Luar biasa. Selamat yaa, untuk keduanya. Mbak Damar Aisyah dan Alika. Kalian memang pantas menjadi gadis tegar yang terbaik. Eaaa ….

Buat yang belum terpilih, jangan kecewa. Teruslah berkarya. Karena kalah menang bukanlah di saat kita berhasil mengalahkan orang lain. Namun kalah berarti ketika kamu memutuskan berhenti di dunia literasi.

Semangat!!!

rumahmediagrup/emmyherlina

4 comments

Comments are closed.