Gagal Itu Biasa, Bangkitlah

created by canva

Gagal Itu Biasa, Bangkitlah

GAGAL ITU BIASA, BANGKITLAH! Ini adalah judul event November yang saya pijein di NuBar Rumedia area Jabar.

Gagal Itu Biasa. Ada yang mengatakan kepada saya. Gagal itu tidak biasa. Ia adalah rasa dan kejadian yang teramat menyakitkan dan sangat sulit untuk dilupakan. Bahkan tak jarang yang berhasil untuk move on karenanya.

Ya, betul sekali. Kegagalan bukanlah hal yang patut dianggap biasa. Terkadang kegagalan memberikan dampak yang teramat berat, menimbulkan efek psikologis yang teramat sulit untuk dilupakan.

Tapi, ya, tapi. Tuhan tak pernah memberikan kegagalan dalam hidup manusia tanpa hikmah, tanpa pelajaran, tanpa rahasia terbaik yang akan diberikan kepada hamba-Nya. Hanya saja semua tertutup oleh tirai tak kasat mata. Tirai yang hanya Dia yang tahu apa isinya dan kapan akan diberikan.

Karena itu, event ini saya beri judul “Gagal Itu Biasa, Bangkitlah!” Saat Anda gagal, maka bangkitlah! Gagal, bangkitlah! Gagal, bangkitlah! Dan teruslah bangkit, hingga ruh Anda telah terpisah dari jasadnya.

Jika saja boleh berandai-andai, maka kegagalan adalah sesuatu yang jika bisa harus dihindari. Siapa, sih, yang ingin gagal?

Kalau saja pertanyaan itu diajukan kepada Anda atau pun kepada saya, tentu saja jawaban yang sama akan diberikan. Bahwa tak ada yang berharap adanya kegagalan. Sepatutnya kegagalan adalah sesuatu yang tak ada dalam kamus Bahasa Indonesia. Sayang, semua kehidupan mempunyai pasangannya sendiri. Agar kehidupan berjalan seimbang. Kerap manusia berandai-andai, lalu lupa bahwa pengandaiannya akan menghasilkan ketimpangan pada kehidupan. Sukses dan gagal. Tak ada kesuksesan tanpa kegagalan.

Tuhan tak pernah menguji hamba melebihi kemampuannya. Bisa jadi kegagalan yang Anda alami adalah ujian untuk meningkatkan derajat. Menjadikan Anda lebih baik dari sebelumnya. Atau bisa jadi sebelum derajat itu merangkak naik, kegagalan menjadi penghapus segala dosa, membersihkan jejak hitam yang menghalangi kesuksesan Anda.

Hanya saja, kerap manusia lebih terpaku pada apa yang terjadi dan lupa bahwa semua akan terlewati. Bukankah waktu terus berjalan maju? Tak ada yang mundur, lantas mengapa Anda meratap sedemikian rupa mengingat masa lalu, berdiam diri menikmati apa yang telah terjadi. Sehingga membuat Anda lupa bahwa ada masa yang terbuang percuma. Masa di mana Tuhan memberikan kesempatan kepada Anda untuk berdiri tegak, bangkit dari hal buruk. Menatap lurus ke depan dan melangkah maju.

Yakinlah, kesuksesan yang Anda lihat pada orang lain tak pernah luput dari kegagalan dan rasa sakit yang pernah dialami.

Orang sekelas Soichiro Honda sang pendiri Honda yang lahir November 1906 mengatakan,

“orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen, tapi mereka tidak melihat 99% kegagalan saya.”

Luar biasa!

Atau bagaimana jadinya seorang Lizzie Velasquez, wanita yang menderita penyakit langka, Marfanoid–progeroid–lipodystrophy syndrome. Penyakit yang menyebabkan tubuhnya tidak bisa menyimpan lemak, sehingga berat tubuhnya di masa dewasa hanya sekitar 26 kg.

Sejak kecil ia mengalami perundungan dan perlakuan berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Hingga ia berada di titik terendah di mana orang-orang menganggap bahwa kematian adalah hal terbaik untuknya.

Maka, jika saat itu seorang Lizzie tak mampu bangkit, tak akan ada salah satu motivator terpandang dan buku berjudul “Lizzie Beautiful: The Lizzie Velasquez Story” di Amerika Serikat.

Tak ada yang mampu menghindari sebuah kegagalan. Tapi, Anda telah diberikan pilihan oleh Tuhan untuk menyerah dan menikmati kegagalan ataukah bangkit dan terus berjuang untuk meraih kesuksesan.

Andalah penentu kehidupan yang akan dijalani ke depannya. Membiarkan diri terus terpuruk ataukah bangkit dengan semangat baru. Tak ada yang sempurna dalam hidup ini, namun Tuhan selalu menyempurnakan apa yang Dia berikan kepada Anda.

Maka, tentukanlah pilihan terbaik Anda sejak sekarang. Semoga sukses.

Rumahmediagrup/walidahariyani