Gagal Total

Gagal Total

“Dzah, hari ini kita debat ya?” Tanya salah satu siswa kelas x AK.
“Baiklah, kita belajar mendengarkan” jawabku
“Kok belajar mendengarkan Dzah, kami kan ingin berdebat Dzah.” Jawab anak-anak.

“Begini anak-anakku, untuk berbicara itu mudah sekali. Apalagi saat kita berbicara berharap sekali, orang mendengarkan. Berharap sekali orang peduli terhadap cerita kita. Namun di sisi lain, pernahkah kita peduli terhadap pendengar.”

“Allah menciptakan manusia dengan 1 mulut dan 2 telinga?”
“Mengapa demikian? Karena dengan seperti itu Alloh memberikan kesempatan kita untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.”

“Untuk itu, siapkan diri dan hati kita untuk mencoba mendengarkan mereka belajar berdebat. Terkadang kita malah asyik mengobrol saat orang lain sedang berbicara di depan kelas.”
“Apakah kalian dengarkan?”
“Apakah kalian peduli?” Paparku panjang lebar.

Teeettttt, bunyi bel tanda pergantian jam mata pelajaran berbunyi. Akhirnya belum sempat mereka berdebat. Kelaspun telah usai.

“Yaaaaa Ustadzah, cepat sekali bel berbunyi padahal masih seru ya Dzah”.
“Gatot deeh alias gagal total kita berdebat untuk hari ini.”

Tidak disadari olehku, bahwa aku sendiri terlalu banyak menasihati. Sehingga belum sempat mereka praktik. Berakhirlah mata pelajaranku.

Begitulah manusia, terkadang tidak menyadari
Saat kitapun dalam keadaan yang sedang menasihati. Niat baik untuk memberikan ilmu, namun di sisi lain. Secara tidak disadari kita menjadi orang yang seharusnya diberikan nasihat.

Wallahualam

rumahmediagrup/suratmisupriyadi