Galuh Jiwa

Galuh Jiwa

Tak sanggup menandai mengapa putik kamboja gugur sebelum mekar..
Lalu setelah sanggul terpasang mengapa kenanga yang tersemat melingkar..
Air suci dalam sesaji memercik wangi bunga pada dinding candi..
Galuh meratap nasib dan mengiba suratan takdir diri..

Oh..sang hyang widi…
Andai saat ini bumi berkehendak menarik jasad insani..
Tiada yang mampu berlari untuk menghindari..
Andai tapak kaki suci tak terkoyak dan ternodai..
Purnama abadi merajai pura jiwa seolah surga bagi hati tersakiti..

Galuh melangkah satu-satu menapaki hari biru..
Kain batik kuning dan hijau melambai seolah hendak mengadu..
Puja bagi sang dewa seiring air mata mengalun syahdu..
Pada satu titik hàntaran jiwa melemah dan membeku..

Pandir suci tak lagi sambut Galuh seindah permata berbalut sutra ..
Ketika satu fakta tak mampu membuka kebenaran..
Siapa jiwa hina dina merenggut mahkota swarga..
Menodai kembang kamboja menjadi layu sebelum masa..

Keindahan Galuh basah oleh air mata dan gerimis senja..
Sepasang mata elang merapat tak mampu berkata-kata..
Di dalam hatinya menghujat jiwa angkara murka sang penguasa..
Dendam merasuk dalam aliran darah penuh dengan murka..

Ketika cinta bersemi dalam hati dua insan manusia..
Tak sedetikpun mata hati dan jiwa mengharap durjana..
Swarga tampak hening dan tenang di depan mata..
Namun cinta terkadang alpa dan terpejam mata..

Nyoman Buaka hanya mampu menutup luka menganga..
Saat kekasih hati ternoda tanpa mampu membela..
Siapa yang hendak melangkah jika sarung keris telah terbuka..
Lalu asap kemurkaan berkuasa pada diri manusia..

Candi Terkul menangis berurai kesedihan..
Pada saatnya Galuh tak ingin hidup dalam balutan noda hitam..
Cinta sejatinya telah hanyut dalam aliran keputus asaan..
Tiada satu hati yang mampu menahan..
Kala senja bergulir kelebat bayang kamboja melayang..
Meninggalkan sepotong hati yang terdiam..

Galuh tersenyum pada cahaya keabadian..
Meninggalkan mayapada yang kejam dan penuh kepalsuan..
Malam menjelang..
Hening pada pancaran temaram..
Diam tiada citra sinar rembula├▒..
Galuh telah sampai pada satu kenangan..
Bisu mengiringi satu jiwa melayang  dalam keabadian..

#GaluhAzalea

rumahmediagrup/alinawidya29