Gara-gara Kacamata

Gara-gara Kacamata

Adalah bu Rani yang selalu bikin heboh di mana saja. Setiap hari ada saja ulahnya. Sebenarnya tidak disengaja atau direncanakan namun selalu muncul peristiwa yang menggelikan.

Hari itu, Minggu. Setiap Minggu siang, dia menghadiri pengajian khusus ibu-ibu di lingkungan RT-nya. Majelis Taklim Al Hidayah tempatnya kegiatan membaca Al-Qur’an.

Bu Rani sudah tiba dan duduk di antara ibu-ibu. Baju seragamnya yang bercorak bunga mawar itu kesukaannya. Dia mengenakannya hampir setiap Minggu. Mereka tampak khusuk mengikuti kegiatan.

Pengajian diawali dengan doa syukur kepada Allah Swt dilanjutkan doa permohonan syafaat kepada Nabi Muhammad Saw. Pemimpin pengajian membacakan beberapa ayat suci Al-Qur’an diikuti para jamaah. Selanjutnya para jamaah membaca satu persatu sambil disimak oleh yang lainnya. Acara berikutnya tanya jawab dan penyampaian info lain-lain. Begitulah acara rutin di majelis taklim tersebut.

“Mana kacamata saya?” tanya bu Rani kepada seorang ibu, sambil menyingkap tas yang di dekatnya.

“Bu Rani,  di mana nyimpannya?” tanya bu Parti, sambil ikut menyingkap tasnya.

Ibu-ibu yang ada di sekitarnya ikut sibuk mencari. Beberapa ibu-ibu hingga bangun berpindah tempat. Semua jadi sibuk mencari. Semua pandangan tertuju ke bawah sambil menyingkap barang-barang yang ada. Seakan mengikuti komando bu Rani.

Kegaduhan terlihat dari pantauan pemimpin pengajian, bu Ustazah Kayyisha. “Bu Rani, ada apa?” tanyanya.

“Maaf, Bu Ustazah, kacamata saya hilang,” jawabnya.

“Loh, itu apa yang di kening?” lanjut bu Ustazah Kayyisha.

Bu Rani tersipu malu. Ia lupa kalau meletakkan kacamata di keningnya. Para ibu tersenyum. Pengajian menjadi lebih ceria.

Sumber foto: Dokumen pribadi

Rumahmediagrup/saifulamri