Gerebek Dadakan

Magrib telah berlalu, malampun beranjak. Tang tung tang tung, kulihat ponsel berbunyi terus menerus. Ada apakah gerangan di grup perwalianku ramai sekali. Saat kulihat ternyata satu persatu anak-anak left dari grup. Aku bingung, entah apa yang terjadi dengan grup kelasku. Kuhubungi ketua kelas, mengapa bisa keluar. Ada apakah dengan teman-temannya. Ternyata ketua kelaspun tak menjawab. Satu jam berlalu, semakin bertambah anak-anak keluar dari grup kelas. Rasa sedih dan penasaran menghampiri benakku.

Malam berjalan begitu cepat, satu jam setengah aku dalam kebingungan, akhirnya kupaksakan memejamkan mata. Aku mulai terbuai dalam sejuk dan heningnya malam. Lima belas menit kemudian, aku mendengar suara orang mengucapkan salam. Aku pastikan benarkah itu suara orang atau suara makhluk lain. Sekali, dua kali, sampai tiga kali aku barulah menjawab salam.

Kala kubuka pintu, ternyata ada cahaya ponsel dari luar banyak sekali. Aku pastikan suara siapakah lalu kubuka gembok pagar dan ternyata.

Terpujilah
Wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
Dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir
Didalam hatiku

Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu

Terpujilah wahai ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir
Didalam hatiku

Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau bagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

Lagu hymne guru dilantunkan pelan dan syahdu oleh anak-anak perwalianku karena dikhawatirkan menggangu tetangga yang sudah terlelap dalam mimpi. Ada rasa kesal, mereka telah megganggu lelap tidurku. Namun aku terharu, ternyata begitu cinta mereka terhadap gurunya. Mereka left dari grup bukan semata-mata ada persoalan, akan tetapi karena ingin memberikan surprise.

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

2 comments

Comments are closed.