Gerhana di Pohon Asam yang Jarang

Oleh: Nur Fitri Agustin

Haruskah melihat pohon asam yang jarang?

Ketika di Kota Berhias aku bisa menemukanmu

Sembari mengingat Pulau Tirang

Bersisian dengan Pelabuhan Bergota

Ijinkan aku berkunjung,

Seperti Ki Ageng Pandanaran ke Pulau Tirang

Melihat pohon asam yang jarang

Rupa semringah mengantarkanku ke kota ini

Semangat renjana membuatku bestari

Parak ini sudah sekian lama

Sabana Rawa Pening yang berjebah menyambutku

Aku tergugu,

Dari Curug Lawe menuju Kebun Teh Medini

Bersisian menapaki tanah yang syahda

Pendulum memoar makin berayun

Menuju Setiya Aji Flower Farm yang adiwarna

 “Lepaskan aku”, ucapmu kala itu

Seakan adiwarna menyublim,

Pohon asam yang jarang ini menjadi saksi

Gerhana ini akan menguap, percayalah!

Mungkin ini estuari rinai yang meretas kelopak

Cirebon, 25 Maret 2020

rumahmediagrup/nurfitriagustin