Gusur

Proyek underpass Cibitung, Jawa Barat yang direncanakan selesai dalam lima tahun telah memasuki babak baru. Di awali dengan pembebasan lahan dengan penggusuran pemukiman. Selama ini, rumah-rumah berdiri kokoh di sepanjang jalan raya Bosih Cibitung.

Berjajar puluhan rumah tinggal yang telah disulap menjadi area bisnis. Dari bisnis kuliner, elektronik, mini market, bengkel hingga tempat cukur rambut pun tak luput dari penggusuran.

Ada perasaan kehilangan, saat melewati jalanan ini. Tak akan pernah kutemui toko-toko yang dulu dengan megahnya berdiri. Dengan lampu-lampu yang benderang, menggoda setiap pengguna jalan agar singgah untuk sekedar melihat dan kemudian membelinya.

Meskipun tak punya sanak keluarga yang tinggal di sepanjang jalan ini ada bersit kesedihan di relung hati. Mereka mendapat ganti rugi yang lumayan besar, untuk membeli rumah toko yang baru. Namun kenangan tempat yang tergusur akan tersimpan apik di setiap benak mereka.

Selalu ada cerita di balik setiap peristiwa. Meskipun mereka tak sendiri. Tempat usaha yang baru akan dengan cepat mereka dapatkan. Namun tak akan dapat menggantikan yang pernah ada.

Mereka pun akan memulai hidupnya dengan menorehkan cerita-cerita yang baru. Senantiasa berbaik sangka terhadap apa yang telah terjadi. Semua telah digariskan.

Kehidupan, begitulah adanya. Setiap yang kita miliki sejatinya hanya titipan sang pemilik hidup.Meskipun akan sirna meninggalkan kita, hidup harus terus berlanjut. Tak abadi, jadi tak perlu sedih meratapinya.

“Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita” QS At Taubah :40

Sumber foto : Koleksi pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar