Hadiah Untuk Sahabat

Hadiah Untuk Sahabat
  

Alkisah dahulu kala
  
Di sebuah desa kecil sederhana
Tersembunyi di kaki gunung raksasa
Sawah hijau nan asri menjadi penghiasnya
  
Ramah sapa penduduknya
Tak segan sampaikan senyum bersahabat
Pada mereka yang sempatkan waktu
Lewat melangkah
Atau sekadar rehat sejenak
  
Ada satu rumah berdinding kayu mahoni
Tak megah tak pula mungil
Beratap jerami kering nan lusuh
  
Seorang bocah menjadi penghuni
Ditemani sang sahabat karib
Seekor sapi gagah bertubuh tegap
Suaranya mampu kalahkan deru halilintar
  
Betapa sang bocah menyayanginya
  
Pagi dan senja hidangan istimewa selalu tersedia
Rumput segar hasil pencarian
Terkadang selipkan hadiah istimewa
Buah-buahan hutan lezat nan bergizi
  
Suatu hari sang bocah terkejut
Saat temukan sahabatnya duduk merenung
Terdiam tanpa suara lenguhan merdu
  
Elusan lembut penuh kasih
Bertanya sang bocah sambil menatap
"Ada apakah gerangan, sahabatku?
Ceritakan susah hatimu"
  
Sang sapi melenguh pelan menatap hampa
Kakinya menghentak lemparkan selembar kertas
Lalu lesu tertunduk
 
Meraih lembar lusuh terpana sang bocah
"Inikah yang buatmu termenung, sahabat?"
  
Tatap sendu sang sahabat jadi jawaban
Tersenyum sang bocah penuh arti
Usapan lembut coba tenangkan
Mendekatlah sang bocah sambil berbisik
"Besok kita ke kota"
  
Gembira rasa hati sang sapi
Permohonan akhirnya terlaksana
Senyum itu akhirnya mengembang
Kala kembali dari kota
  
Betapa bangga berkeliling desa
Langkah tegap tersenyum bahagia
Kala berjumpa kawannya terpana
Bertanya apa gerangan yang buatnya bahagia
  
 Jawab singkat sang sapi
 Pamerkan barisan putih gigi
  
 "Aku punya behel baru"
  
 Bandung Barat, jelang pertengahan Oktober 2019
  
 #Nubar
 #NulisBareng
 #Level4
 #BerkreasiLewatAksara
 #menulismengabadikankebaikan
 #week2day6
 #RNB48
 #rumahmediagrup
 #deskripsigambar — bersama Titi Keke. 




rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy