Hai, Mata Lentik

 Hai, Mata Lentik
 

Kemarilah, mendekat pada bunda
 
Ingin kupandangi indahnya bola matamu
Tatapan yang tak pernah berubah
Sejak pertama kali kau hadir
Satu pagi di bulan Juli
 
Menangis dalam senyum kala ayahmu memandang
Ketika tangis pertama pecah membelah fajar
Mendekap erat dengan tangan kasarnya
Ingin hangatkan raga merah mungil
 
Masa tak terlupakan
Perjumpaan pertama kali
Membuat kami jatuh cinta padamu
 
Duhai, bidadari mungilku
 
Waktu begitu cepat berlari
Bersyukur bunda tak lewatkan satupun
Tanpa berada di sisimu
 
Kita seperti bulan dan bintang
Tak pernah terpisahkan meski pagi mengganti malam
Canda tawa selalu jadi perekat
Bertukar cerita tak pernah sungkan
 
Dalam gembira berseri wajahmu
Ketika berduka bersandar di bahuku
Usapan lembut selalu bunda berikan
Coba usir jauh-jauh lara di hatimu
 
Tapi sang waktu tak mau berpihak
Ia berikan jalan yang berbeda
 
Tak pernah menyangka
Berujung tak seperti harap
 
Duhai, permata hati
 
Jangan bersedih, sayang
Usap air mata dari mata indahmu
Senyumlah, senyumlah untuk bunda
Akan jadi kenangan terindah takkan terlupa
 
Kenanglah bunda
Simpan memori itu dalam-dalam
Jangan biarkan terseret bergantinya masa
 
Kemarilah, peluk bunda
Temani raga lemah ini menyambut akhir
Agar lelap panjangku berakhir bahagia
 
Sayangku,
Bunda pamit
 
Sampai jumpa lagi, mutiara hatiku
 
Bandung Barat, pertengahan September 2019
#Nubar
#NulisBareng
#BerkreasiLewatAksara
#Level3
#menulismengabadikankebaikan
#week2day4
#RNB48




rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy