Hal Penting dalam Analisis Kualitatif

Sumber Gambar : http://www.liputan6.com/

Hal Penting dalam Analisis Kualitatif

Hal penting dalam analisis kualitatif adalah peneliti dapat mendapatkan temuan hasil dari beberapa kata atau karakter, paragraf kalimat. Selanjutnya menemukan dalam sebuah konsep dan arti. Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus dipertimbangkan?

Pertama, kata adalah unit terkecil yang digunakan dalam content analysis kualitatif. Penggunaan kata dapat dianalisis dalam bentuk distribusi frekuensi kata. Bahkan akan banyak bermunculan istilah-istilah khusus. Kemungkinan istilah tersebut disebut berulangkali oleh informan.

Kedua adalah tema. Unit yang paling dapat menjadi pertimbangan penting bagi peneliti disebut tema. dengan subjek dan predikat. Tema dimungkinkan terletak di berbagai tempat, dan terletak di sebagian besar dokumen tertulis. Oleh karenanya, maka sebelum peneliti menemukan tempat di mana tema berada, maka peneliti seyogyanya menemukan tema utma di tiap paragraf kalimat jawaban informan. Atau bahkan menghitung frekuensi munculnya tema dalam teks naskah transkip yang dianalisis. Jadikan temuan tersebut sebagai tema utama. Dan seterusnya.

Ketiga adalah karakter. Beberapa penelitian, pendekatan tertentu menggunakan karakter orang sebagai temuan. Atau apa yang menjadi temuan difokuskan pada karakter. Analisis ini memfokuskan untuk mencari karakter seseorang. Demikian, maka yang harus dilakukan adalah menghitung seberapa sering seorang informan memberikan penjelasan dan penjelasan jawabannya tersebut menggambarkan sebuah karakter tertentu. Frekuensi seringnya informan konsisten dalam menunjukkan karakternya di tiap jawabannya, maka hal tersebut dapat dipilih sebagai tema temuan.

Keempat, paragraf. Sebenarnya, paragraf jarang digunakan dalam unit content analysis. Karena peneliti akan kesulitan dalam membuat kode. Peneliti akan juga kesulitan mengklasifikasikan beberapa pemikiran informan. Baik pemikiran yang bersifat implisit maupun  eksplisit dalam sebuah paragraf. Namun, ada juga peneliti yang berusaha keras mempelajari tiap paragraf teks transkip.

Kelima, unit pesan informan. Biasanya peneliti mencari unit pesan yang disampaikan informan. Atau unit pesan yang disampaikan dalam buku (teori), surat kabar atau dokumen apapun yang mengisyaratkan terdapat unit pesan. Terdapat hal yang membantu peneliti untuk menemukan jawaban atas pertanyaan penelitiannya.

Keenam yaitu konsep. Penggunaan konsep sebagai unit yang penting untuk diperhitungkan dalam analisis kualitatif. Konsep yaitu kata-kata yang digabungkan, membentuk ide tertentu. Misalnya konseptual cluster dari beberapa kata sebuah penyimpangan perilaku kejahatan. Kata-kata yang muncul yaitu kriminal, pembohongan, penyelewengan, penggelapan, dan lainnya. Penggunaan konsep sebagai unit analisis lebih pada label dari beberapa kata yang muncul dalam tiap jawaban informan.

Ketujuh, semantik. Tipe ini dikenal peneliti jika peneliti tertarik tidak hanya pada jumlah kata yang sering muncul, namun pada jenis kata yang digunakan. Yaitu muncul jenis kata dari sebagaimana kuat atau lemahnya sebuah kata dalam sebuah hubungan dengan seluruh isi kalimat. Jenis kata yang memiliki frekuensi sering muncul dan kuat mempengaruhi hubungan dalam kalimat tertentu.

Kedelapan yaitu penggabungan unsur-unsur. Pemakaian penggabungan berbagai unsur menjadi content analysis. Misalnya mengidentifikasi definisi subjektif dari sesuatu, maka menggabungakn unsur item dan paragraf menjadi content analysis. Definisi menurut informan menjadi hal penting, dan menjadikannya sebagai bahan untuk dianalisis. Hal ini diperoleh dari penggabungan kata perkata dari isi transkip naskah interview. Setiap definisi yang muncul, dibubuhi dengan nomer transkip dimana istilah definisi tersebut dicomot, dari perkataan informan yang mana.

Kesembilan yaitu unit dan kategori. Pelibatan interaksi dan proses karakteristik isi (unsur isi) yang diteliti dan penerapan aturan eksplisit. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mencatat seluruh ciri-ciri atau karakteristik tertentu. Peneliti menandai unsur-unsur tertentu. Peneliti memberikan perhatian khusus pada data yang merupakan jawaban detail informan. Jawaban tersebut kemudian dianalisis, yaitu melibatkan teori. 

Penemuan hasil dari beberapa hal yang sudah diuraikan sebelumnya akan membawa konsekuensi peneliti. Alasan induktif atau deduktif akan memberikan penemuan hasil yang bermanfaat bagi peneliti. Indikator arah teoritis memuat alasan tersebut. Jika peneliti memulainya dengan observasi, maka pengembangan jawaban atas observasi yang telah dilakukan adalah hal yang perlu. Pengembangan ini dilakukan melalui pemberian penjelasan dari data dan penerapan teori pada observasi empiris yang lainnya. Jika peneliti kesulitan menemukan jawabannya dengan jelas, maka bisa melihat beberapa analisis dari parafrase yang mungkin muncul dalam transkip.

Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/Anita Kristina