Hari AIDS Sedunia, dari Sejarah hingga Kisah Inspiratif Seorang ODHA

Hari AIDS Sedunia, dari Sejarah hingga Kisah Inspiratif Seorang ODHA

Welcome, December! Tanpa terasa, sudah tiba saatnya memasuki bulan terakhir di tahun 2019. Iya, tahu-tahu sudah tanggal 1 Desember, nih.

Tapi, apakah kalian tahu tanggal 1 Desember biasa diperingati sebagai hari apa?

Ternyata, tanggal 1 Desember merupakan Hari AIDS sedunia.


Eit, jangan dibikin parno dulu. Baca selanjutnya untuk mengetahui lebih lengkap tentang sejarah Hari AIDS ini.

Ternyata, hari AIDS ini pertama kali diperingati pada 1988 untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap HIV.

Memang apa sih HIV itu? Dan apa bedanya dengan AIDS?

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.


Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya. (Sumber: Alodokter)


Sampai saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Makanya penyakit ini ditakuti karena banyak penderitanya berakhir pada kematian.

Akan tetapi, ternyata ada lho, obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.


Obat yang biasa diberikan adalah anti-retroviral (ARV) yang dapat memperlambat bertambah parahnya penyakit serta mencegah infeksi sekunder dan komplikasi. ARV ini harus dikonsumsi setiap harinya oleh penderita HIV, sesuai dengan konsultasi dokter terlebih dahulu.

Penggagas peringatan Hari AIDS adalah James Bunn dan Thomas Netter, yang turut aktif sebagai humas di World Health Organisation (WHO). Pada 1988, WHO menetapkan 1 Desember sebagai Hari AIDS sedunia.

Tanggal 1 Desember dipilih agar mendapatkan peliputan maksimal dari media barat, terutama karena momennya sebelum berlangsungnya libur Natal. (Sumber: Kompas)

Saat itu, tidak semua masyarakat memahami bahwa AIDS bisa dialami oleh siapa pun. Belum lagi mitos yang tersebar di kalangan masyarakat tentang penyebaran penyakit HIV-AIDS.

Berikut fakta tentang penyebaran penyakit HIV-AIDS, supaya diketahui dan tidak terjebak mitos:
1. Melalui darah. Bisa melalui transfusi darah dari penderita HIV, penggunaan jarum suntik bersama-sama, tato, dan lain-lain.
2. Hubungan seksual. Karena terjadi pertukaran cairan vagina dan sperma.
3. Melalui ASI. Ibu yang menderita HIV-AIDS dapat menularkan kepada anaknya melalui pemberian ASI.

Ingat, penyakit HIV-AIDS tidak disebarkan melalui:
1. Melalui udara
2. Berjabat tangan, berpelukan
3. Melalui keringat
4. Melalui peralatan makan

Jadi, jangan termakan oleh mitos yang akan membuat teman-teman takut berdekatan dengan penderita HIV-AIDS. Terlebih selayaknya kita merangkul mereka dan berikan pendampingan agar penularan virus tidak meluas.

Salah satu cara mendampingi ODHA (orang dengan HIV-AIDS), seperti yang dilakukan Rina terhadap abangnya, dalam tulisan saya yang berjudul “Kakakku Seorang ODHA“.
Tulisan yang saya ikutsertakan dalam buku event Nubar area Jawa Barat “Me and My Sibling” ini diangkat dari kisah nyata lho.

Simak cuplikannya:

“Namaku Rina, anak kedua dari tiga bersaudara. Aku punya seorang kakak laki-laki, yang dulunya juga merupakan teman mainku di rumah. Lalu entah sejak kapan, hubungan kami mulai merenggang.”

Bukan hal mudah bagi Rina, yang terpaksa menemani kakaknya berobat di tempat kerjanya sendiri. Penyakitnya bukan flu atau demam biasa, tapi ini berhubungan dengan aib! Waduh!

Itu dia cuplikan tulisan saya yang tak disangka terpilih menjadi naskah terbaik di antara cerita di “Me and My Sibling“.

Aku saat menjadi Naskah Terbaik dalam “Me and My Sibling”

Yup. Alhamdulillah. Sinopsis tentang buku ini bisa teman-teman baca di tulisan Manajer Area Jabar satu ini, dan akan saya tuliskan juga di postingan mendatang. Tapi, jika teman-teman penasaran mau pesan bukunya, boleh lewat wa ke saya di 085273642724 atau bisa juga beli e-booknya di Google Playbook dengan klik link ini.






rumahmediagrup/emmyherlina