Hari Pahlawan di Taman Pintar Yogyakarta

Hari Pahlawan di Taman Pintar Yogyakarta

“Gimana kalau tanggal 8 – 10 november kita ke Yogya?” kata suamiku.

“Boleh, mumpung ada tanggal merah,” Aku segera mengangguk.

Kalender dengan angka warna merah menjadi hiburan besar bagi kami pecinta travelling.

Sebelumnya, kami bisa kapan saja bepergian untuk keluar kota. Berbeda dengan saat ini, anak-anak memasuki usia prasekolah. Kami sebagai orangtua harus benar-benar terampil dalam mengatur waktu.

Meninggalkan kota Pahlawan, di Hari Pahlawan

Ternyata baru aku sadari, selain angka merah itu karena Maulid Nabi Muhammad SAW, liburan itu juga bertepatan dengan “Hari Pahlawan.”

Kami tinggal di kota Pahlawan, namun ternyata di hari pahlawan kami tidak bisa tetap tinggal di kota pahlawan. Maafkan aku kota Surabaya, hiks …!

Perjalanan ke Yogyakarta kami tempuh dengan menyetir mobil pribadi. Sehingga begitu tiba di sana, kami beristirahat cukup lama di hotel.

Saat ini mungkin kita bersantai di hotel untuk melepas penat dan berlomba-lomba mencari hiburan. Namun 74 tahun silam, perjuangan masyarakat Indonesia begitu gigih meneriakkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hotel Yamato (sekarang bernama Hotel Majapahit), menjadi saksi saat masyarakat Indonesia merobek bagian warna biru bendera penjajah.

Kemudian dikibarkan lagi bendera tersebut dengan sisa warna merah dan putih, warna bendera kebangsaan Indonesia.

Semangat juang mereka menyentuh relung hati ini.

Sekarang, apa yang bisa kita lakukan sebagai tanda balas jasa kita pada para pahlawan?

Bagaimana kita tumbuhkan rasa cinta kita pada tanah air?

Aku pun ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air ini kepada anak-anak. Salah satunya adalah dengan cara membuat mereka lebih aware dengan lingkungannya.

Aku menjelaskan apa arti pahlawan, bagaimana semangat juang mereka.

Di Yogyakarta, aku membawa mereka ke Taman Pintar, membekali mereka pengetahuan dan kreatifitas agar menjadi generasi yang pintar.

Taman Pintar berada di sebelah monumen serangan umum 1 Maret 1949, dan di seberang Bank Indonesia. Jika sahabat ingin ke tempat ini, lokasi parkir untuk mobil dan bus telah disediakan di depan Bank Indonesia.

Parkiran di depan ruas jalan Bank Indonesia (dokumen pribadi)
Cagar Budaya Bangunan Bank Indonesia
Sumber: dokumentasi dewi adikara

Nuansa yang begitu ramai, nampaknya di beberapa tempat diadakan peringatan hari pahlawan, seperti di depan monumen dan juga di halaman Bank Indonesia.

Walau terik matahari begitu menyengat, keramaian kota Yogyakarta membuat hati ini tetap bersemangat.

Perjalanan kulanjutkan ke dalam lokasi.

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA

Taman Pintar Yogyakarta terdiri dari dua Wahana, yaitu Wahana untuk semua umur dan Wahana khusus untuk anak-anak.

Wahana untuk semua umur ada tujuh zona, yaitu :

  1. Gedung Oval dan Gedung Kotak
  2. Planetarium
  3. Bahari
  4. Batik
  5. Kreasi Gerabah
  6. Lukis Gerabah
  7. Lukis Kaos

Wahana khusus untuk anak-anak ada tiga zona, yaitu :

  1. PAUD Barat
  2. PAUD Timur
  3. Lalu Lintas

Harga tiket masuk, aku dokumentasi di bawah, agar sahabat yang ingin berkunjung ke sini bisa tahu berapa dana tunai yang perlu dipersiapkan.

Namun jangan kawatir jika terlupa membawa uang tunai, sahabat bisa mengambil dana di ATM yang telah disediakan di depan lokasi.

Harga tiket masuk sangat terjangkau, sehingga kita pun tidak perlu ragu untuk menghabiskan waktu seharian di sini dengan keluarga.

Kalau pun sahabat ingin mencari makanan di sini tidak akan kesulitan. Dari pintu masuk, sudah tersedia food caravan, bahkan di beberapa sisi ada penjual menjajakan berbagai makanan.

Kalau sahabat ingin mencari makanan yang lebih berat, ada kantin di sebelah zona kotak.

Jangan lupa memilah sampah yang akan dibuang pada tempat sampah yang telah disediakan.

Tempat sampah ini disertai gambar dan penjelasan yang lengkap. Kita sebagai orangtua menjadi lebih mudah untuk mengajarkan anak dalam hal memilah sampah.

Dengan memulai dari hal kecil, kita sebagai masyarakat Indonesia sudah bisa membantu memudahkan proses pemilahan sampah dari awal.

Sumber: dokumen dewi adikara

Sepulang dari Taman Pintar Yogyakarta, aku pun langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya.

Di sepanjang perjalanan pulang, kami bertemu dengan sekumpulan laki-laki berusia muda hingga berusia lanjut.

Mereka begitu semangat dengan sepeda ontelnya, mengayuh dan mengibarkan bendera merah putih disepanjang perjalanan mereka.

Sahabat, sudah melakukan apa di momen “Hari Pahlawan” ini?

Selamat Hari Pahlawan, sahabat!

Salam,

Dewi Adikara

rumahmediagrup/dewiadikara