Harta

Sumber Foto : Canva koleksi pribadi

Oleh : Hamni Azmi

Ada sebuah hadist yang perlu kita renungkan hadist yang berasal dari Asma’ binti Abu Bakar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku,

لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ

Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rezeki untukmu.

Harta itu unik, dapat berkembang saat dialirkan, semakin deras aliran keran di bawahnya semakin deras juga aliran di atasnya.

Besaran harta yang dimiliki, bukan dilihat dari seberapa disiplin dalam mengatur pengeluaran keuangan, namun seberapa pantas kita untuk mendapatkannya.

Saat kita menjadi wasilah atas rezeki bagi orang lain, karena yakin bahwa ada hak orang lain dalam harta kita, sesungguhnya kita sudah memantaskan diri untuk menerima rezeki yang lebih.

Saat ada kesempatan untuk berbagi dan akhirnya karena sesuatu sebab dan lain hal, tertunda untuk berbagi.

Tidak akan lama, rezeki itu tetap akan diambil Allah juga dengan caranya. Diambil dengan paksa oleh Allah untuk membersihkan diri kita.
Bisa dengan tiba-tiba harus menservis kendaraan dengan nominal yang besar, atau pengeluaran-pengeluaran kecil namun sangat sering. Dan pengeluaran tak terduga lainnya.

Yakinlah bahwa harta tidak akan menumpuk saat kita menimbunnya.
Namun harta aka#n semakin bertambah saat kita mengalirkannya kepada yang berhak.

Keyakinan bahwa rezeki yang kita terima adalah atas kemurahan Allah, akan menjadikan ringan bagi kita untuk mengeluarkan sesuai dengan perintah-Nya.

Allah SWT berjanji,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.
(QS. Saba’: 39).

Semoga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur, hamba yang pantas menerima rezeki dan hamba yang siap mengeluarkan rezeki di jalan-Nya.

Amin Yaa Rabbal Alamin

Wallahu a’lam bissawab

Barakallahu fiikum

#MenulisMengabadikanKebaikan
#BerkreasiLewatAksara

RumahMediaGrup /Hamni Azmi