Helm Pelindung dalam Perkawinan

Helm Pelindung dalam Perkawinan

Saat terbangun di pagi hari, hal yang paling menyenangkan adalah melihat pasangan ada di sisi kita. Bagi pasangan suami istri yang memiliki kehidupan perkawinan yang harmonis, suasana pagi disambut penuh suka cita dan harapan baru.

Semua pasangan pasti menginginkan itu terjadi dalam kehidupannya. Menjalani hari-hari bersama pasangan dengan rasa cinta, saling menjaga perasaan dan selalu berbagi dalam suka dan duka.

Layaknya pengendara yang selalu memakai helm pelindung untuk menahan benturan serta memberi rasa aman dan nyaman saat berkendara, maka perkawinan pun patut memperhatikan upaya untuk tetap aman dan nyaman dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Upaya tersebut diantaranya dikonotasikan seperti fungsi sebuah helm.

Menjalani pernikahan yang memasuki tahun ke  20 memang tidak selamanya mulus. Masih saja terjadi benturan, masih terjadi perbedaan yang mengganggu kehidupan rumah tangga. 

Diakui bahwa tak ada yang dapat menjamin keselamatan perkawinan yang langgeng. Namun sebagai makhluk Allah harus tetap berupaya untuk berbuat sesuatu saat terdapat riak dalam bahtera rumah tangga.

Empat hal yang kami pegang selama ini, mampu menjadi pelindung perkawinan dari benturan kecil hingga yang cukup hebat selama perjalanannya.


1. Iman kepada Sang Khalik.

Hal utama yang dapat dipegang adalah keimanan sebagai orang beragama. Menjalani hubungan suami istri sesuai tuntunan agama akan menjadi pondasi kuat sebuah perkawinan yang sehat.

2. Tujuan Pernikahan.

Saling mengingatkan tujuan menikah dan konsentrasi pada terwujudnya keluarga sakinah mawaddah warohmah pada pasangan, juga dapat sebagai upaya terjaganya perkawinan dari benturan.

3. Kehadiran Anak-anak.

Perkawinan dipoles dengan hadirnya anak keturunan yang soleh dan soleha. Mempersiapkan mereka untuk berpegang teguh pada agamanya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

4. Bekal Dunia dan Akhirat

Pernikahan yang penuh rahmat bersama pasangan yang saling melengkapi, bahagianya tidak hanya di dunia, tapi percaya akan menjadi bekal di akhirat kelak. Wallahu alam.

Demikianlah empat hal yang kami anggap sebagai helm pelindung dalam perkawinan. Harapan kami, perkawinan ini harus tetap bergulir manis sampai akhir hayat.

rumahmediagrup/hadiyatitriono