Hendaknya Tidak Menyimpan Benda untuk Diri Sendiri.

sumber gambar: graho.com

Hendaknya Tidak Menyimpan Benda untuk Diri Sendiri.

Saat melihat isi lemari yang penuh, kita masih saja merasa sayang untuk menyisihkan yang sudah tidak kita pakai lagi. 

“Aduh sayang ah kalau diberi ke orang. Ini bahan dan jahitannya bagus,  modelnya juga cantik.”

Di lain kesempatan, kita masih saja tergiur dengan barang-barang yang dijual dalam acara bazar atau potongan harga tertentu. Barang di lemari makin menumpuk. Banyak yang belum digunakan, bahkan sama sekali tidak dipakai.

Cerita lain, seorang ibu yang sudah lanjut usia, pernah ditanya sang anak saat melihat beliau menyimpan rapi pakaiannya beserta perlengkapannya. “Ibu, kenapa tidak disedekahkan saja barang-barang itu. Ibu kan hanya memakai beberapa diantaranya.”

Kata beliau, “Tidak ada yang bisa ibu berikan bila dipanggil Allah nanti. Biarlah ini menjadi kenangan.”

Masya Allah. 

Menyimpan barang apapun ternyata akan dihisab pada waktunya nanti.

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 34)

(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 35)

Bersedekah dengan segera, lebih baik daripada menunggu ajal yang tidak kita tahu kapan datangnya. Disebutkan pula bahwa orang yang sudah mati pun sampai memohon untuk di bangkitkan kembali agar bisa sedekah, karena amal yang begitu besar pahalanya. Berat beban hisab atas harta yang disimpan.

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”

(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)

Hendaknya kita manfaatkan barang yang kita miliki, karena akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Bila tak diperlukan, mengapa harus enggan untuk berbagi.

Wallahualam bishawab

rumahmediagrup/hadiyatitriono