Ketika di lamar cinta

Konsekuensi adanya sebuah ikatan cinta di antara pasangan kekasih memang sesuatu yang tidak bisa ditolak.

Hal ini sudah menjadi hal yang lumrah dan tentu saja akan memberikan banyak keberkahan apabila kedua belah pihak keluarga memberikan restu dan rida untung melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi.

Namun di saat sekarang tentu terjadi banyak keresahan yang seharusnya tidak perlu terlalu di dramatisir.

Hubungan yang sehat dan baik tentu akan dilandasi dengan sebuah aturan yang di tetapkan di manapun dengan aturan sebuah ikatan yang di wajibkan bagi yang sudah bisa melaksanakan. Ia adalah sebuah pertikahan.

Ya, dengan jalan inilah hubungan akan lebih aman, nyaman dan tentram bagi pasangan yang sedang dipanah asmara kalau kata anak muda sekarang di mabuk cinta.

Padahal sejatinya jodoh telah di tentukan tanpa harus ada upaya semaunya bagi seorang manusia untuk mendapatkannya.

Terkadang banyak yang terlalu memfokuskan pada kata cinta, namun tentu harus dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar hubungan yang terjadi tetap di Ridai-Nya.

Ketika seseorang telah yakin pada sebuah pilihan yang datang dari hati maka berserah dirilah kepada-Nya agar apa yang menjadi pilihan hati menjadi pilihan terbaik dari sang Pencipta.

Cinta tidak perlu dikejar sampai kehabisan makna kata, namun sentiasa perbanyaklah berdo’a semoga segera datang dengan sendirinya memberikan kepastian.

Karena untuk apa kita mengharap apabila tidak sehati dengan pasangan. Maka apabila telah selesai melakukan lamaran agar segeralah di langsungkan perjanjian untuk sebuah pernikahan.

Karena hanya dengan mengharap rida-Nya lah maka segala perjalanan hidup akan lebih terarahkan di jalan yang tepat menurut kadar ter

baik-Nya.

Semoga Tuhan selalu memberikan berkah-Nya. Aamiin…

One comment

  1. Aamiin…
    Jika hanya dilandaskan cinta, saat menemui masalah berat dalam berumah tangga, akhirnya menyerah dan memilih cerai. Aku pernah hampir saja. Namun, kembali berserah pada Allah akhirnya tetap menyatukan kami. MasyaAllah

Comments are closed.