Hobi

“Hobi kamu apa sih, kok semua disukai.”
Aku tersenyum, menatap Nisa teman kerja yang sedang melihat statusku pagi ini.

Dokumen bersama goweser dalam all mountain di Pariwisata Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah.

“Tidak tahu.”
Terus terang aku sendiri bingung, kalau ditanya hobi jawaban ku pasti panjang kali lebar.

Gowes hampir setiap Sabtu Minggu aku lakukan, menempuh jarak puluhan kilometer. Semakin menantang medannya, semakin aku suka. Cie, selalu ada kepuasan setelah menempuh medan uphill atau downhill.

Dokumen koleksi pribadi.

Beternak burung, merupakan hobi yang tidak direncanakan, mengalir begitu saja. Berawal dari membeli sepasang love bird, tahu-tahu bertelur, menetas. Jadilah sekarang puluhan pasang Lovebird meramaikan rumah kecilku.

Kalau ditanya bunga, pastilah aku suka (perempuan gitu lo). Koleksi anggrekku puluhan dari dendrobium, Cattleya, miltonia dan beberapa jenis anggrek lain yang aku kurang paham namanya.

Terus, hobiku apa ?

Masa semua disebut hobi, rakus banget.

Hobi menurut Wikipedia merupakan kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang.

Jadi hobi merupakan sesuatu yang menyenangkan, tidak ada batasan satu, dua atau tiga. Sah-sah saja kalau kita punya hobi banyak.

Ada yang bilang “Hobi itu akan menyenangkan jika menghasilkan income.”

Bagiku tidak juga, asal bisa menghibur, membuatku senang, cukup. Karena bagiku hobi dengan pekerjaan beda.

Aku mencintai pekerjaanku, tapi itu tidak bisa dikatakan hobiku adalah guru.

Pekerjaan merupakan tanggungjawab. Aku harus mengajar dengan waktu yang sudah ditentukan. Baik dalam kondisi mood maupun badmood. Sementara hobi pasti dilakukan dengan perasaan menyenangkan, dengan waktu yang tidak mengikat.

Rumahmediagrup/srisuprapti