Hore, Gajian 51 Juta!

Hore, Gajian 51 Juta!

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Alhamdulillah, masuk tanggal muda bulan Desember 2019, Allah masih mengijinkan untuk menghirup udara segar, itu tandanya kita masih hidup. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang selalu bersyukur. Demikian juga dengan 13 Staf Khusus Presiden, nah, karena ini tanggal muda berarti gajian dong! #Eeeaaa

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan gaji Rp 51 juta bagi staf khusus milenial Presiden Joko Widodo atau Jokowi sesuai aturan. Posisi staf khusus ini, kata dia, setara dengan eselon satu di Sekretariat Negara. Nah, keren kan! Coba kita yang mendapatkan tawaran seperti ini, pasti langsung mau. Sayangnya itu cuma mimpi indah saja ya!

Aturan gaji staf khusus Presiden ini termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 144/2015 tentang besaran Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten dan Pembantu Asisten. Hak keuangan merupakan pendapatan keseluruhan yang diterima dan sudah termasuk di dalamnya gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan. Perpres ini menyatakan gaji staf khusus presiden sebesar Rp 51 juta. Tuh kan! Jadi w.o.w.

Siapa sih yang beruntung itu:
Berikut daftar 13 stafsus Presiden Jokowi:

  1. Putri Indahsari Tanjung – (CEO dan Founder Creativepreneur)
  2. Adamas Belva Syah Devara – (Pendiri Ruang Guru)
  3. Ayu Kartika Dewi – (Perumus Gerakan Sabang Merauke)
  4. Angkie Yudistia – (Pendiri Thisable Enterprise, kader PKPI, difabel tuna rungu)
  5. Gracia Billy Yosaphat Membrasar – (CEO Kitong Bisa, peraih beasiswa kuliah di Oxford)
  6. Aminuddin Ma’ruf – (Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII)
  7. Andri Taufan Garuda Putra (Pendiri Lembaga Keuangan Amartha)
  8. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana (Akademisi)
  9. Sukardi Rinakit (Pengamat Politik)
  10. Arif Budimanta (Politisi PDI-P, ekonom Megawati Institute)
  11. Diaz Hendropriyono (Ketua Umum PKPI)
    12 Dini Shanti Purwono (Kader PSI, ahli hukum lulusan Harvard)
  12. Fadjroel Rachman (mantan aktivis, Komisaris Utama PT Adhi karya)

    Nah, mereka ini ngapain saja sih, sehingga gajinya bisa sama dengan pejabat eselon 1? Menurut Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/12/2019). Setidaknya ada tiga gugus tugas yang harus dilakukan para stafsus ini.

    Antara lain: gugus tugas pertama akan bergerak di bidang komunikasi dan akan banyak berinteraksi dengan media dan pers. Staf Khusus yang bertugas bidang komunikasi antara lain, juru bicara presiden Fadjroel Rachman (bidang politik pemerintah), Dini Purwono (bidang hukum), Arif Budimanta (bidang ekonomi), dan Angkie Yudhistia (bidang sosial).

    Gugus kedua melakukan komunikasi bukan dengan media saja, tapi dengan kelompok-kelompok strategis. Gugus tugas ini diisi oleh Sukardi Rinakit, Diaz Hendropriyono, Aminuddin Ma’ruf, dan Anggit Noegroho. Selain menjadi staf khusus, Anggit diketahui merupakan sekretaris pribadi Jokowi.

    Sementara itu, gugus tugas ketiga akan menjadi teman diskusi Jokowi. Mereka adalah tujuh staf khusus dari kalangan milenial antara lain, Aminuddin Ma’ruf, Adamas Belva Syah Devara, Angkie Yudistia, Ayu Kartika Dewi, Putri Indahsari Tanjung, Andi Taufan Garuda Putra dan Gracia Billy Mambrasar.
    (https://m.liputan6.com/news/read/4124776/ini-pembagian-tugas-staf-khusus-jokowi)

    Coba deh kita telaah dengan berfikir sebentar, apa ini tidak tumpang tindih kerjaannya sama para menteri. Menkominfo, Mensesneg, Sekretaris Presiden, Jubir Presiden, dsb. Apa ini bukan malah pemborosan namanya? Serta cenderung bagi-bagi kursi karena belum ter-cover di kabinet?

    Duh, tidak enak banget kan, padahal waktunya gajian, tapi kontroversi masih terus jalan. Apalagi, kabarnya pak Wapres juga nunjuk 8 staf khusus Wapres lho, sehingga jika ditotal ada 21 staf khusus di istana. Hmmm, apa tidak mendingan dananya untuk alokasi lain yang lebih penting dan mendesak?

    Rumahmediagrup/endahsulis1234