HUBBUL KHAIR

Hubbul khair

Salah satu tabiat manusia adalah cinta harta.

Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan, hendaklah diberikan kepada ibu-ibu bapak, kaum kerabat, anak- anak yatim, orang- orang miskin dan orang- orang yang sedang dalam perjalanan …”(Al- Baqoroh: 15)

Islam membolehkan manusia bersenang-senang dengan kebaikan dan perhiasan dunia. Pandangan Islam terhadap kehidupan ekonomi yang baik adalah sarana penunjang untuk meningkatkan kemanusiaan, meningkatkan hubungan baik dengan Allah dan meningkatkan kebaikan pada sesama makhluk. Dengan demikian jelaslah rambu-rambu pandangan Islam terhadap harta.

Harta merupakan sarana untuk mencapai kebaikan. Setiap sesuatu yang menyampaikan pada kebaikan adalah kebaikan. Tidak selamanya harta menjadi petaka pada pemiliknya.

Islam tidak pernah memandang kekayaan sebagai penghalang bagi pencapaian ketinggian derajat dalam mendekatkan diri pada Allah.

Al Qur’an menegaskan bahwa kekayaan, kesejahteraan kehidupan, dan kecukupan harta dinyatakan sebagai balasan yang disegerakan oleh Allah bagi orang- orang mukmin dan bertaqwa dari para hamba-Nya, karena apa yang telah mereka lakukan dalam bentuk amal saleh, jihad yang patut disucikan dan usaha yang baik.

Demikian pula, kefaqiran, kelaparan, kesempitan rizki dan kesempitan kehidupan, dinyatakan sebagai siksaan yang disegerakan Allah di dunia ini bagi orang- orang yang menyimpang dari jalan yang lurus dan petunjuk-Nya yang mulia. Seperti firman-Nya kepada bapak ibu manusia yaitu Adam dan Hawa. Keduanya keluar dari syurga-Nya yang penghuninya tidak pernah lapar dan letih, tidak pernah haus dan dahaga, menuju dunia yang harus beramal dan bersusah payah agar mendapatkan keperluannya.

Maka bijaksana lah dalam memanfaatkan harta titipan-Nya. Jadikanlah harta sebagai kendaraan di dunia untuk mmenyusuri jalan lurus mencapai kemuliaan di akhirat nanti.

Waallahu alam bisshowab

rumahmediagrup/anisahsaleh

pixabayphoto