IBUKOTA BARU, SOLUSI KESEJAHTERAAN RAKYAT???

Oleh Puji Yuli

IBUKOTA BARU, SOLUSI KESEJAHTERAAN RAKYAT???

Baru baru ini di bulan Agustus ini Bapak Presiden mengumumkan perihal ibukota baru bagi negeri ini. Provinsi Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi ibukota baru yang akan menggantikan daerah DKI Jakarta. Adapun daerah yang dipilih adalah Penajan Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang dinilai layak dan kondusif untuk ibukota baru bagi negeri ini. Apakah perpindahan ibukota baru dari Jakarta ke Kalimantan Timur ini bisa membawa kesejahteraan yang merata bagi rakyat negeri ini???

Kalau kita lihat, belum tentu dengan perpindahan ibukota itu bisa menjadi solusi untuk pemerataan kesejahteraan rakyat negeri ini. Apabila sumber daya alam di negeri ini sebagian besar masih dikuasai oleh pihak swasta apalagi swasta asing. Selain itu, adanya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok maupun wacana kenaikan tarif bpjs. Tentunya akan berdampak pada berkurangnya angka kesejahteraan rakyat negeri ini.

Oleh karena itulah, perlu adanya pengkajian terkait nasionalisasi aset sumber daya alam di negeri ini agar dikuasai oleh negara. Dimana negara ini yang menguasai dan mengelola sumber daya alam berupa bahan tambang maupun hutan dan laut untuk pemerataan kesejahteraan rakyat negeri ini. Dan rakyat negeri ini ternyata kurang begitu responsif atas wacana pemindahan ibukota dikarenakan rakyat negeri ini begitu sibuk banting tulang siang malam untuk bekerja apapun asal bisa mencukupi kebutuhan hidup terkait bahan pokok, pendidikan juga kesehatan.

Oleh karena itulah, penting bagi negara untuk berpikir lebih cemerlang terkait korelasi antara perpindahan ibukota dengan pemerataan kesejahteraan rakyat. Dimana, rakyat negeri ini butuh kehidupan sejahtera, adil, Makmur, aman dan sentosa mau dimanapun ibukota negara berada. Mau di Jakarta ataupun di Kalimantan Timur ibukota negeri ini yang diharapkan rakyat adalah terpenuhinya kebutuhan pokok juga pendidikan dan kesehatan. Sehingga negeri ini bisa berkembang dan sumber daya manusia bisa unggul dan bersaing di era globalisasi.

Puji/rumahmedia