Ibuku Surgaku – Mantra Mamak

Ibuku SurgakuMantra Mamak

Kata apa yang bisa mendeskripsikan sosok Ibu? Ibu adalah segalanya, nyaris sempurna. Di bawah telapak kakinya adalah surga. Munajat seorang Ibu adalah pembuka pintu hidayah. Ucapannya sumber kekuatan batin dan menyelamatkan jiwa. Sentuhannya menyehatkan keluarga. Tatapannya membawa kedamaian surgawi.

Ibuku, Mamih, begitulah kami anak-anak memanggilnya. Hingga kini beliau masih mencurahkan kasih tulusnya. Padahal raganya telah dimakan usia. Semangatnya membara, di dalam hatinya yang lapang selalu bertekad tidak ingin menyusahkan orang lain.

Mamih, perempuan tangguh yang sabar menjalani kehidupannya dengan ikhlas. Beliau menanamkan nilai ibadah dalam setiap hal. Nafasnya selalu penuh syukur dan doa.

Secara pribadi, tidak ada lagi dalam ingatan saya bagaimana hubungan saya dengan mamih di masa kecil, saya sudah melupakan ketidakdekatan diri ini dengan keluarga. Penyesalan akan perilaku buruk saya di masa lampau membuat saya bertekad untuk membuat mamih bahagia. Saat ini dan nanti, bahagiakan mamih.

Tak mengapa jika masa lalu tidak bahagia. Lupakan saja! Mulai saja saat ini niatkan segalanya untuk ibadah. Maka akan lebih mudah untuk menjalankan kehidupan.

Niatkan untuk ibadah, inilah kata-kata yang saya jadikan mantra, agar saya terus mengafirmasi untuk menjadi diri sendiri yang lebih baik dan sabar.

Mamihku tersayang, selamat hari ibu. Semoga kami, anak-anakmu, bisa memberi kesenangan lahir batin. Agar bahagiamu terpancar dari teduhnya surga di wajahmu. Sehat selalu ya, Mam.

rumahmediagrup/gitalaksmi