Impian Sehidup Semati

Cerita dua paragraf

Impian Sehidup Semati

Bahagianya duduk bersanding denganmu, setelah kau ucap janji pernikahan untukku. Melirikmu saat di pelaminan. Membuncah mimpi indah hingga hanya maut yang akan memisahkan kita. Lalu kuserahkan segalanya untukmu. Tenggelam dalam lautan cinta berdua. Tanpa badai dan gelombang tinggi menghadang, hingga sulung kita melewati tujuh belasnya. Tak ada gundah jalani hidup bersamamu.

Cerita hidup semakin melaju, tak kusangka tak kuduga. Kau kini berbalik arah dariku. Katamu aku tak memahamimu, aku egois, dan yang paling pedih, katamu cinta kita semu. Kau rincis hatiku. Layaknya remaja yang baru kesandung cinta, tertambat pada wanita muda seumur anakmu. Impian cintaku, sehidup semati bersamamu, sirna.

Sumber gambar : akualbana.wordpress.com

rumahmediagrup/hadiyatitriono