Indahnya Jungkir Balik Moments


Resensi Buku

Endah Sulistiowati

Judul : The Jungkir Balik Moments
Penulis : Tim Nubar Area Sumatera #6
Jumlah Halaman: 169 + Bionarasi Penulis
Jenis Buku : Antologi
Penerbit : Rumedia
Tahun : 2019

Judul resensi di atas penulis ambil dari judul tulisan yang dibuat oleh Kak Diah Eka di buku The Jungkir Balik Moments. Buku ini ditulis oleh 19 penulis dari berbagai latar belakang, digawangi oleh mbak Dewi Adikara, menjadikan buku ini istimewa. Satu kata untuk para penulis di buku ini, yaitu: “Luar Biasa”. Ditulis oleh para Bunda dengan kesibukan yang tentu saja membuat mereka harus jungkir balik mengatur waktu, hingga semua kewajiban bisa selesai tepat waktu.

Nah, Buku The Jungkir Balik Moments ini pun tidak lepas dari kisah-kisah betapa jungkir baliknya para ibu, yang harus mengatur waktu dari bangun tidur hingga tidur lagi. Makan kilat, mandi kilat, kadang tidak punya waktu meski hanya untuk menyisir rambut. Bahkan diantara mereka tidak semua pure menjadi ibu rumah tangga. Ada yang wanita karier, single parent, bahkan ada yang harus pejuang long distance mariage yang seperti diceritakan mbak Zulaeha dan mbak Ribka Imari, apalagi bagi mbak Ribka Imari hubungan jarak jauh inilah yang justru memicu trauma masa lalu.

Bahkan diantara kisah tersebut ada pula yang akhirnya para ibu memilih untuk resign dari pekerjaannya, memilih tinggal dirumah menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Penulis angkat topi untuk para ibu ini. Nilai plus dari buku ini, secara menyeluruh, semua isinya mengajarkan banyak hal pada para pasangan dalam menjalani biduk rumah tangga. Bahwa bekerjasama dalam membina rumah tangga, mengasuh dan mendidik anak, saling meringankan beban, mengurus rumah adalah hal wajar dilakukan bersama-sama.

Kenapa? Kadang si pasangan merasa “itu bukan tugasku, biarkan saja, yang penting aku sudah menjalankan kewajibanku”. Seperti yang diceritakan mbak Asri Susilaningrum dalam tulisan yang berjudul “Balada Emak Dedek”. Jika terjadi masalah hanya penyesalan yang ada. Jadi seorang ibu atau istri itu bukan wonder woman, memang semua ibu itu multitalenta. Namun dia adalah manusia biasa yang bisa lelah ataupun sakit. Sehingga para suami harus memahami hal ini, intinya jaga kewarasan istri!

Bahkan, adakalanya berumah tangga tidak lempeng-lempeng saja atau tidak seindah hayalan. Dalam tulisan “Jalan Tol Pemberian Allah”, mbak Tetty menceritakan kisah pernikahan dan jungkir baliknya menata ekonomi pasca menikah. Belum lagi godaan dari pihak ketiga, harus berani main cantik menghadapi situasi ini, seperti yang dikisahkan mbak Dian Syatiana dalam “Pelabuhan Terakhir”. Sehingga hal-hal tersebut juga harus menjadi perhatian bagi setiap pasangan, jangan hanya mengeluh, masalah harus diselesaikan tidak cukup untuk dikeluhkan apalagi diratapi.

At least, buku ini recommended dimiliki untuk para pasangan yang baru menikah, atau yang mau menikah. Karena kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Juga tidak terkaget-kaget jika jungkir balik moments ini juga kita rasakan, bayangkan memiliki 3 atau 4 anak, balita semua. Alhamdulillah saya sudah merasakan the jungkir balik moments itu. Jika masa-masa itu berlalu, pasti akan menjadi kenangan tersendiri untuk kita.
.
.