Ini Tak Mudah, Tetapi Aku Akan Terus Belajar Membuatnya Menjadi Mudah

Ini Tak Mudah, Tetapi Aku Akan Terus Belajar Membuatnya Menjadi Mudah

Oleh : Ribka ImaRi

Terimakasih inspirasi dari sahabatku yang kurindu Novayani Yandin. Semalam aku sempat melihat postingan FB-mu tentang cara cepat membersihkan sayuran bayam.

Dengan cara dipotong langsung saja. Tanpa harus dipetiki satu per satu daun dan per batang. Cara tersebut kutiru subuh tadi. Memang tak sampai lima detik saja, bayamnya sudah siap terpotong semua seperti di foto.

Ajaib bagiku. Hahaha. Aku baru tahu cara ini loh! Terimakasih banyak ya atas postingan-mu.๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜Awalnya, cara ini sangat tak mudah bagiku, ibu yang mengidap OCD.

Penyakit OCD atau Obsessive Compulsive Disorder adalah gangguan obsesif kompulsif. Ini merupakan kelainan psikologis yang memengaruhi pikiran dan perilaku penderitanya.

Begitu seseorang memiliki penyakit OCD, pikiran dan rasa takut yang tidak diinginkan akan muncul secara terus menerus, menyebabkan penderita terobsesi pada sesuatu dan melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang sebagai respon terhadap ketakutannya. (Joseph, Novita. 2018. hellosehat.com. https://hellosehat.com/penyakit/obsessivecompulsive-disorder-ocd/. Diakses 22 November 2019).

Padaku, ketakutan itu berakar dari sebuah kejadian traumatis pada saat mas kandung meninggal karena sakit cidera otak. Otak dan pikiran masa kecilku di usiaku yang baru menginjak sebab tahun pada tahun 1991, merekam ketakutan akan mati jika tidak bersih.

Aku ingat betul, sejak kejadian mas kandung meninggal, aku menjadi sangat penjijik, hingga pada saat ini usiaku sudah 39 tahun. Kejadian itu bahkan sudah 28 tahun silam, tetapi masih begitu kuat pengaruhnya ke dalam pikiran bawah sadarku di segala lini kehidupan.

Salah satu contohnya, bayam ini semua harus benar-benar disortir tingkat tinggi. Seringnya, justru lebih banyak yang terbuang ketimbang yang terpilih. Karena dipilihnya satu per satu. Tak boleh ada yang terlewat ada satu helai pun daun bayam yang tidak mulus seperti layu atau berbintik hitam.

Namun, subuh tadi aku mencoba acceptance terus menerus. Berbekal Mindfulness, aku mengucapkan dalam hati, seperti berikut ini:
1. Aku menerima ketakutanku saat keadaan tidak bersih dan kemungkin sakit.
2. Aku menerima keadaan mas kandung meninggal karena sakit.
3. Aku menerima keadaanku sekarang yang sedang tidak bersih.
4. Keadaan nomor satu dan dua adalah dua keadaan yang berbeda. Aku terima.
5. Aku menerima keadaan terburu-buru menyiapkan bahan masakan sayur bayam.
6. Aku menerima keadaan mau tidak mau harus belajar memotong bayam dengan cara cepat. Sebab jika dengan caraku yang lama akan memakan waktu lebih lama. Bisa-bisa terlambat memasak untuk sarapan kedua anakku.
7. Aku menerima keadaan bayam yang belum dalam kedaaan bersih sempurna, tetapi tetap kuterima apa adanya.
8. Aku menerima keadaan saat mencuci bayam, air bilasannya menjadi lebih kotor sebab semua terikut
9. Bimillah … meski ada bayam yang tidak good condition (layu, bintik-bintik hitam bahkan busuk). Aku akan telan-telan sajalah.hahahaha. Aku sekeluarga tidak akan meninggal hanya gara-gara makan bayam yang tidak bersih sempurna.

Alhamdulillah plong rasanya kepala. Pekerjaan pun cepat selesai karena tidak memikirkan hal-hal sepele dan ribet. Padahal itu yang menjadi penghambat pekerjaanku sebagai ibu rumah tangga.

Karena aku tak ingin menua dalam keadaan sulit, maka aku berjuang terus belajar menerima keadaan yang menghambat seperti ini.

-Ribka ImaRi-
Penyintas Depesi dan Bipolar

rumahmediagroup/ribkaimari

Sumber foto: dokumentasi pribadi.