Inner Parent

Inner Parent

Oleh : Ribka ImaRi

Memang benar, bahwa inner child-ku (jiwa masa kecil) secara keseluruhan hampir semua memberi pengaruh buruk dalam kehidupanku sebagai ibu sekarang.

Hingga aku harus berjuang sangat keras dan tertatih-tatih mengasuh IC diriku sendiri. Karena pada waktu yang bersamaan, aku harus menanamkan IC yang baik pula pada Tyaga dan Jehan.

Alhamdulillahnya, aku sudah banyak menerima dan memaafkan IC-ku yang buruk. Jadi aku bisa punya gambaran IC seperti apa yang hendak aku tanamkan kepada kedua anakku.

Namun, dari semuanya itu, ada satu inner parent (ucap dan laku orangtua) yang menurutku sangat baik dan sangat aku syukuri karena melekat padaku sampai sekarang.

Aku ingat betul, sedari aku kecil hingga dewasa, mamaku sering memangilku lembut dan lambat, “Nok … olang akep.” (Nok … orang cakep). Nyaman dan penuh kasih terdengar di telingaku.

Ajaibnya, kata-kata di atas begitu menancap dan terngiang di jiwaku. Lalu pikiran bawah sadarku meneruskannya kepada anak-anakku. Dengan kata-kata yang hampir mirip maknanya dan juga suara serta intonasinya. MasyaAllah ….

“Mas … Dede … kesayangan Bunda. Bunda sayang banget sama Mas dan Dede,” panggilku dengan penuh kasih sayang. Sama persis perasaan yang kudapatkan dari mamaku. Terimakasih banyak mama, sudah menancapkan inner parent (IP) yang baik.

Itulah sebabnya, sangat penting bagiku berjuang menjadi ibu yang membaik dan mampu menanamkan IP yang baik kepada anak-anakku. Agar anak-anakku kelak menjadi orantua yang baik karena IP-nya yang sudah melekat secara baik pula. Semuanya itu untuk kebaikan cucuku kelak. Bismillah ….

Sumber foto : dokumentasi pribadi

rumahmediagroup/ribkaimari