Intip, yuk, Koreksi Naskah Picbook!

Created by Canva

Intip, yuk, Koreksi Naskah Picbook!

Ini adalah naskah untuk picbook yang diajukan untuk mayor. Tapi, sayang naskahnya tidak lolos hihi…. Ada beberapa sebab kenapa naskah ini tidak diterima dan saya pun membuat naskah baru yang akhirnya lolos.

  1. Adanya kesan perundungan
  2. Untuk naskah sependek ini harusnya fokus pada satu konflik saja
  3. Bagaimana cara Holo mengamankan kedua temannya?

Berikut saya posting naskah yang tidak lolos. Sila dicermati untuk dijadikan evaluasi kalau mau menulis picbook.

Nah, sudah melihat sedikit gambarannya kan? Selamat mencoba.

Ingat! Ini naskah no recommended, ya!

HalTeksPanduan Ilustrasi
1HOLO, SI BURUK RUPA YANG BAIK HATI
Oleh : Walidah Ariyani  

Beberapa hari ini Holo, si teripang bersedih hati. Sejak mulai bersekolah, tak ada yang mau berteman dengannya. Teman-temannya selalu menjauh jika Holo ingin ikut bermain. Bahkan teman sekelasnya Nobe dan Koro, si ikan badut selalu bilang, “jangan mau berteman dengan Holo. Kulitnya dekil dan wajahnya jelek.”  Setiap kali Holo merasa sedih, yang ia lakukan adalah bersih-bersih. Hari ini, Holo pergi ke sebuah taman. Di sana ia mulai beraksi. Dalam sekejap taman itu menjadi berkilau dan tampak lebih indah. Blowi, si ikan buntal penjaga taman menghampiri Holo. “Hai, Nak! Siapa namamu?” tanya Blowi. “H-Holo,” jawab Holo sedikit gemetar. Ia takut dengan duri di tubuh Blowi. “Jangan takut, namaku Blowi,” kata si ikan buntal ramah. “Terima kasih karena kamu telah membersihkan tempat ini.” Holo tersenyum mendengar perkataan Blowi. “Sama-sama. Tuan Blowi … apakah kamu mau menjadi temanku?” tanya Holo ragu. “Tentu saja. Siapa yang menolak berteman dengan anak rajin sepertimu,” kata Blowi.
                                      Suasana di dalam laut. Ada seekor teripang dengan wajah sedih memandang dua ikan badut sedang asyik bermain tanpa mengajaknya.  
2Suatu hari, sekolah tempat Holo menjadi gempar. Tiga monster darat datang dan membuat sekolah mereka menjadi keruh dan kusam. Semua penghuni sekolah berlarian karena takut. Nobe dan Koro malah tak sadarkan diri. Beruntung Holo segera mengamankan mereka di balik bebatuan. Setelah para monster pergi, Holo segera beraksi. Disedotnya semua pasir kotor dan lumpur dengan tentakel kecil di tubuhnya, kemudian mengeluarkannya lagi perlahan. Kini sekolah mereka yang berupa terumbu karang kembali bersih dan berkilau. Semua takjub menyaksikan perbuatan Holo, termasuk Nobe dan Koro yang sudah sadar.  “Wah, kamu hebat sekali,” puji teman-teman Holo. “Terima kasih atas pertolonganmu, Holo. Maafkan kami karena sering mengolokmu,” sesal Nobe dan Koro. “Tidak apa-apa,” jawab Holo tersenyum. Ia senang teman-temannya tidak apa-apa. “Oh, iya, kenalkan ini temanku, Tuan Blowi,” kata Holo memperkenalkan Blowi. “Hai, semua!” sapa Blowi ramah. Sejak kejadian itu, Holo memiliki banyak teman. Sekolahnya juga kembali aman dan nyaman karena ada Blowi yang kini menjadi penjaga sekolah. Para monster darat itu tak berani mendekat, karena takut dengan duri beracun Blowi.

rumahmediagrup/walidahariyani