Isi Analisis Penelitian Kualitatif

Sumber gambar :http;//www.liputan6.com/

Isi Analisis Penelitian Kualitatif

Setelah data terkumpul, maka proses selanjutnya adalah analisis data. Meskipun pada banyak paradigma penelitian kualitatif menghendaki atau dijinkan analisis dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Berikut akan saya diskusikan teknik analisis data pada penelitian kualitatif pada umumnya, semoga memberikan kemudahan bagi peneliti pemula.

Hasil interview, catatan observasi dan dokumentasi lainnya tidak hanya dituliskan dalam bentuk transkip, catatan atau lembaran-lembaran data. Hal ini akan sering kali tidak dapat dipergunakan sebagai data, kecuali diolah terlebih dahulu. Proses analisis data yang dilakukan melalui proses merangkum, meringkas, memaknai informasi yang terkandung dari jawaban-jawaban informan atau bahkan dari data lainnya. Kita sepakati bahwa semua informasi yang tertangkap indera adalah data, bahkan hal-hal yang terungkap sebagai jawaban informan adalah data juga. Penandaan objektivitas pada semua data juga sebagai analisis.

Analisis data disesuaikan dengan paradigma penelitian yang dipilih. Misalnya pada paradigma interpretative (fenomenologi, etnografi, etnometodologi, dll) memiliki orientasi memperlakukan aksi sosial dan aktivitas manusia sebagai tulisan (teks). Hal ini dapat dikatakan bahwa aksi manusia dapat ditangkap (dilihat) sebagai sekumpulan simbol penuh makna. Selanjutnya, data hasil interview dan catatan observasi dapat diubah menjadi teks transkip tertulis. Dan kemudian teks tersebut dianalisis. Untuk mengintepretasikan teks tersebut tergantung pada orientasi teori yang digunakan peneliti.

Pada fenomenologi, tetap dilakukan melalui meringkas data dan membingkainya dengan berbagai penandaan. Peneliti mencoba untuk menangkap esensi dari tiap data pernyataan informan. Pemahaman makna dari setiap aksi dan teks informan katakan sebagai bentuk analisisnya. Namun, pada orientasi intepretative lainnya (misalnya dramaturgi, interaksi simbolik, dan lainnya) mungkin akan mengatur kembali data, tidak banyak memaknai pola aktivitas manusia, tidak banyak memaknai pola aksi informan.  Hal ini dikarenakan pada pendekatan ini lebih banyak memaknai perubahan diri, pengaturan aktor, setting, alur dan panggung cerita.

Sementara itu, orientasi pada pendekatan etnografi dan etnometodologi atau lainnya yang terkait antropologi sosial budaya, atau studi kasus maka studi lapangan menjadi teknik pengumpulan data. Pada prosesnya, tidak segan peneliti menghabiskan waktunya dengan kelompok masyarakat tertentu atau dengan berbagai macam tipe manusia. Partisipasi langsung pada lingkungan tertentu dan berinteraksi pada lingkup situs yang diamati. Hal ini memungkinkan peneliti memeroleh gambaran khusus tentang topik-topik tema materi yang dikumpulkan. Kemudian memahaminya, sebagaimana orang-orang lain memahami dunia sosial mereka.

Analisis data pada pengumpulan data jenis tersebut (lapangan) diperoleh setting informasi jika melakukan analisis atas catatan lapangan yang telah ditulis/ditangkap sebagai informasi. Penerapan gaya intepretasi dari kondisi informasi yang telah didapat peneliti maka hal ini bergantung pada catatan harian, observasi, wawancara, foto dan artefak. Selanjutnya penentuan materi yang penting untuk dijadikan tema temuan.

Jika peneliti menggunakan pendekatan antropologi sosial maka ia akan banyak mengamati tingkah laku rutin dari kehidupan sehari-hari para informan. Bahasa, kebiasaan, ritual, upacara-upacara adat dan hubungan interaksi di dalamnya akan menjadi data. Selanjutnya data tersebut dianalisis. Proses analisisnya dilakukan melalui mengidentifikasi dan menjabarkan bagaimana seseorang individu mengunakan dan melakukan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Menentukan terlebih dahulu bingkai konseptual dan teoritis, dan disesuaikan dengan lapang. Dan dimungkinkan juga konseptual yang telah terbangun berubah. Perubahan ini sesuai empiris yang ditemukan.

Ada juga pendekatan penelitian yang memadukan banyak teknik pengumpulan data. Hal ini analisis data akan bekerja sesuai dengan perubahan pendekatan yang digunakan. Data dikumpulkan secara reflektif, kemudian dipertimbangkan sebagai umpan balik seorang ahli dan pada akhirnya menemukan materi atau bahan topik temuan. Strategi ini seringkali diterapkan pada pendekatan interpretativ dan antropologi sosial.

Sesuai dengan keberagaman pendekatan penelitian, maka ada teknik umum yang seringkali digunakan dalam teknik analisis data. Seiring dengan gaya kualitatif. Berikut ini serangkain aktivitas yang biasanya dilakukan peneliti:

  1. Data terkumpul dan dijadikan transkip
  2. Menentukan koding (kode-kode dibuat untuk mengidentifikasi data secara induktif
  3. Kode-kode diubah sebagai label atau tema yang pasti
  4. Materi dipilah berdasarkan kategori-kategori yang telah diidentifikasi sebagai frasa serupa, pola, hubungan dan perbedaan
  5. Materi dipilih akan diuji dengan membentuk pola baru
  6. Pola yang diidentifikasi dibandingkan dengan empiris penelitian lainnya atau teori yang sebelumnya yang dipilih sebagai konseptual pikir penelitian
  7. Tema-tema sederhana terpilih dan sudah disandingkan dengan teori/empiris lainnya.

Dengan demikian, isi analisis yang dilakukan peneliti adalah menarik kesimpulan-kesimpulan. Kemudian mengidentifikasi secara khusus beberapa karakter pesan. Pada akhirnya menyusunnya secara sistematis dan obyektif. Pesan-pesan yang terkandung dalam data dianalisis secara mendalam, mendiskusikan dengan teori maupun dengan hasil empiris lainnya. Semoga mencerahkan, selamat menganalisis!

rumahmediagrup/Anita Kristina