SUKWAN

Sukarelawan. Sebuah kosakata yang tidak asing untuk kita dengar. Tetapi ada yang lebih mengenal SUKWAN, yaitu judul novel sunda.

Isinya agak santun, meski pada intinya menceritakan sisi hidup seorang pustakawan sejati, yang mencari jati diri meski berjuang tiada henti.

Tetapi yang akan kita bahas adalah sukarelawan seorang karyawan, yang bekerja dengan imbalan ikhlas dari majikannya.

Di jaman sekarang, mana ada yang gratisan, kecuali yang sudah benar-benar kaya harta, dan memiliki segala fasilitas yang serba modern, untuk mengisi kesehariannya.

Sukwan dengan segala ceritanya, selalu membuktikan tugasnya dengan sikap yang pantang menyerah sesusah apapun hidup yang mereka jalani.

Apa saja keuntungan dan kerugian menjadi sukwan. Yuk kita simak sebentar ya hasil racikan penulis.

Keuntungan :
1. Bisa bekerja sesuai kesanggupan dan tentu lebih baik lagi apabila memiliki multi talenta. Tidak hanya pada satu bidang.
2. Mengenal sosok pegawai tetap dan menimba ilmu dari siapapun beliau.
3. Makin menggugah semangat apabila diberi tugas tambahan yang sesuai minatnya.
4. Nyaman dimanapun tanpa ada rasa tertekan karena aturan Tuhan yang berlaku bagi mereka,. Kecuali bagi sukwan yang terikat kontrak, tentunya memiliki kewajiban hampir sama dengan pegawai tetap, mesti tetap selalu kurang dihargai. Bagaimana pimpinan di instansi menyikapi.
5. Selalu bersyukur, meski banyak tantangan hidup yang dijalani tanpa sepengaturan semua warga.

Kerugiannya :
1. Tidak adanya pengakuan dari negara.
2. Sibuk sendiri dengan mengorbankan segala aktifitas pribadi bahkan keluarga yang seharusnya lebih butuh perhatian.
3. Tidak adanya jaminan baik itu jaminan kerja, jaminan kesehatan, terkecuali mereka secara pribadi yang memiliki kesadaran untuk membuat jaminan tersebut.
4. Selalu dikesampingkan, dalam arti karena mungkin tidak termasuk dalam lingkaran karyawan tetap, bisa jadi mereka tidak diakui keberadaannya.
5. Tidak dapat menuntut apapun, meski sakit atau kebutuhan hidup yang semakin mendesak.

Namun dari kedua uraian singkat di atas, saya berharap mereka dapat selalu diberkahi dalam setiap aktifitas kebaikan, dan yang pasti selalu bersyukur dan tetaplah melangkah dijalan kesabaran-Nya.
Wallohu’alam

Foto : dokumetasi pribadi