Jalan Cepat Menuju Prestasi Menulis

Jalan Cepat Menuju Prestasi Menulis


Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa selain mendengar, berbicara, dan membaca. Ada yang mengatakan bahwa menulis paling sulit dibanding tiga keterampilan lainnya. Pendapat tersebut bisa benar bisa juga tidak karena tergantung pada kecerdasan seseorang. Bisa saja sebagian mengatakan bahwa berbicara lebih sulit dibanding menulis. Mungkin yang dimaksud adalah keterampilan akademik seperti menulis buku dan berbicara sebagai presenter bukan sekadar menulis atau berbicara.

Baik keterampilan menulis maupun berbicara merupakan keterampilan produktif. Dua keterampilan tersebut merupakan siklus yang diawali oleh keterampilan reseptif yaitu mendengar dan membaca. Sehingga keterampilan produktif dapat dikatakan lebih sulit dari keterampilan reseptif. Namun jika kita menganalisa keterampilan reseptif pada taraf akademik seperti keterampilan mendengar layaknya mengikuti sebuah tes pendengaran seperti pada tes TOEFL atau sejenisnya maka itu juga bisa dikatakan sulit. Begitu pula keterampilan membaca layaknya membaca pemahaman seperti pada tes membaca maka itu juga bisa dikatakan sulit..

Bila kita analisa dari empat keterampilan berbahasa, semuanya memerlukan keseriusan jika kita ingin memperoleh kualitas yang bagus baik keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut memerlukan latihan yang sungguh-sungguh sesuai dengan target yang diinginkan. Latihan dari keempat ketetampilan tersebut dapat kita fokuskan pada salah satu keterampilan misalnya keterampilan menulis tapi tetap ada keterkaitan dengan tiga keterampilan lainnya.

Berdasarkan pengalaman saya bahwa keterampilan menulis yang saya miliki, tidak datang tiba-tiba. Keterampilan tersebut memerlukan ptoses salah satu di antaranya didukung oleh keterampilan membaca. Keterampilan ini saya biasakan berdasarkan kebutuhan memperoleh informasi dari bacaan

Sekali lagi saya katakan tidaklah mudah memulainya. Salah satu cara adalah mengikuti event nulis bareng. Event ini banyak sekali difasilitasi oleh beberapa komunitas pegiat literasi maupun event yang diselenggarakan oleh penerbit. Nubar adalah nulis bareng. Para penulis yang disebut kontributor akan menulis sebuah judul buku secara bersama-sama dalam satu buku. Seorang penulis atau kontributor hanya menulis satu judul tulisan kemudian digabung dengan tulisan para kontributor lainnya sehingga menjadi sebuah buku.

Buku yang ditulis dan diterbitkan bersama biasanya dikenal dengan nama antologi. Biasanya antologi terdiri dari kumpulan naskah tulisan yang sejenis tapi bisa saja beragam. Beberapa contoh antologi seperti sehimpun puisi, kumpulan artikel, antologi esai, dan lain sebagainya.

Bagi kamu yang belum pernah menulis, ikutilah evet nubar (nulis bareng). Event ini akan membawamu menjadi penulis lebih cepat ketimbang solo. Penulis solo harus merampungkan sebuah buku seorang diri. Dalam menulis, bukan sekadar mengungkapkan kalimat atau ide menjadi sebuah buku. Namun proses panjang akan dilalui seperti editting atau penyuntingan naskah dan lain sebagainya.

Dalam event nubar, para penulis hanya setor tulisannya 2 atau 4 halaman tergantung ketentuan yang dibuat oleh sebuah event. Penulis mempercayakan pada penanggung jawab event untuk menyunting naskah, melayout, mendesain cover, dan lain sebagainya. Selain itu, dana yang diperlukan juga akan ditanggung bersama oleh seluruh penulis tidak seperti penulis solo yang harus membiayainya sendiri. Pada event nubar, penulis hanya menunggu buku terbit. So tunggu apalagi, ayo ikuti nubar sebagai jalan cepat menuju prestasi menulis.

Rumahmediagrup/ saifulamri