Jalan Lagi. Lagi Jalan

Jalan Lagi. Lagi Jalan

Olahraga itu bukan hal baru buat saya sebenarnya. Jaman muda dulu, saya exercise freak. Ya aerobik, jogging, jalan, renang, apa saja.

Bahkan sejak menikah dan dalam keadaan hamil besar, saya tetap jalan kaki kemana pun. Nah, kehamilan ke-2 membuat saya berubah malas. Mungkin karena sudah penat mengurusi anak sulung yang juga masih batita dalam keadaan hamil juga.

Walau begitu saya memang bukan tipe pendiam. Saya lumayan pecicilan dan tidak tahan kalau tidak bergerak. Hingga saya terkena muscle spasm dan Dokter menyarankan untuk berolahraga. Katanya, pekerjaan rumah tangga itu bukan olahraga. Itu stressful. Hahahaha!

Akhirnya setelah si bungsu lahir dan mulai bisa diajak pergi, saya mulai mengikuti kelas yoga hingga hari ini. Seminggu sekali saja walau rasanya tidak cukup. Satu jam yang penuh dengan keringat hingga terasa segar sekali, dan efeknya adalah saya bisa tidur siang dengan nyenyak. Padahal biasanya susah sekali mata saya terpejam di siang hari.

Kemudian saya bergabung dengan komunitas berlari bersama teman-teman alumni Universitas. Karena mereka, saya menjadi terpacu untuk rajin jalan kaki. Belum sampai berlari sih, lo kecuali lari dari cucian piring.

Namun beberapa bulan yang lalu, kemalasan kembali melanda. Saya tidak pernah lagi jalan pagi. Alhasil bobot yang semula ada di angka 5, meluncur bebas ke arah angka 6. Berat, Bok!

Pagi ini saya memantapkan niat untuk mulai berjalan lagi. Karena sehat itu harus diusahakan dan dipaksa. Sehat itu tidak datang dengan sendirinya tanpa usaha. Kalau mau sehat ya harus meluangkan waktu untuk berolahraga.

Semoga niat saya terjaga dan tidak kalah oleh kemalasan. Sehat itu mahal, jadi jalan, yuk.

https://youtu.be/caiBo8nG6jI

rumahmediagrup/rereynilda

3 comments

Comments are closed.